Show simple item record

dc.contributor.authorPRATAMA, Theodicy Kristian
dc.date.accessioned2024-03-28T04:39:07Z
dc.date.available2024-03-28T04:39:07Z
dc.date.issued2024-03-18
dc.identifier.nim200810301010en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/120290
dc.description.abstractKinerja keberlanjutan telah menjadi fokus perusahaan saat ini, hal tersebut dibuktikan oleh pelaporan keberlanjutan perusahaan meningkat 265,5% dalam jangka waktu 2018-2021 (www.idx.co.id). Kesadaran akan bisnis berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek profit, sosial dan lingkungan, menjadi perhatian baik dari manajemen maupun stakeholders, tak terkecuali sektor agroindustri. Tuntutan stakeholders melalui peraturan pemerintah dalam UU RI No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017 mengenai penerapan keuangan berkelanjutan serta blokade impor komoditas perkebunan oleh Uni Eropa sebagai gerakan antideforestation mensyaratkan sektor ini wajib melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan sektor ini harus mampu bertahan ditengah daya beli masyarakat yang menurun di samping meyakinkan stakeholders bahwa perusahaan sektor ini telah melakukan praktik bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja keberlanjutan. Oleh karenanya penting bagi perusahaan untuk merumuskan strategi di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi akibat Covid-19, agar tetap dapat memaksimalkan profitabilitas sekaligus kinerja keberlanjutan atas tuntutan stakeholders. Penelitian ini akan menguji apakah perusahaan melaksanakan strategi cost leadership melalui cost efficiency dan asset parsimony dalam optimalisasi kinerja keberlanjutan agar berimplikasi pada profitabilitas ditengah pandemi Covid-19 dan tuntutan stakeholders melalui regulasi pemerintah dan blokade impor oleh Uni Eropa pada periode 2020-2022. Penelitian ini menggunakan 2 model mediasi yakni cost efficiency dan asset parsimony dalam memediasi hubungan pengaruh kinerja keberlanjutan terhadap profitabilitas perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal komparatif dalam menguji hubungan sebabakibat antar variabel. Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan sektor agroindustri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2022 dengan data sekunder melalui website BEI ataupun website perusahaan terkait, dengan kriteria sampel perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan auditan dan sustainability report sesuai indeks pengungkapan GRI Standards. Data sampel akan diolah melalui uji asumsi klasik dan uji hipotesis dengan analisis jalur menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistic 25. Hasil penelitian pada kedua model mediasi menunjukkan cost efficiency dan asset parsimony tidak dapat memediasi pengaruh kinerja keberlanjutan terhadap profitabilitas perusahaan sektor agroindustri pada periode 2020-2022. Kemudian dalam hasil pengaruh langsung model mediasi cost efficiency, kinerja keberlanjutan berpengaruh signifikan pada taraf 10% terhadap profitabilitas, sedangkan dalam model mediasi asset parsimony, kinerja keberlanjutan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Hal tersebut dapat disebabkan oleh perbedaan sampel dan kombinasi 2 faktor penentu, yakni keberadaan produk agroindustri yang merupakan produk consumer non cyclical yang berimplikasi pada optimalnya profitabilitas disertai respon perusahaan terhadap regulasi pemerintah yang berimplikasi pada capaian kinerja keberlanjutan meskipun bersifat mandatory (besarnya persentase pengungkapan umum perusahaan: GRI 100). Hasil penelitian menginterpretasikan bahwa cost leadership tidak menjadi perhatian sampel dimana sektor ini mampu memberikan pertumbuhan profitabilitas ditengah pandemi Covid-19 dan blokade impor oleh Uni Eropa. Dalam penelitian ini, ditemukan keterbatasan dimana 52% sampel tidak mengungkapkan kinerja keberlanjutan menggunakan indeks GRI yang berimplikasi pada rendahnya jumlah sampel pada penelitian ini. Selain itu, dalam pengukuran cost efficiency dan asset parsimony, rasio tersebut belum mengakomodasi makna efisiensi biaya dan penghematan aset secara spesifik dengan perbandingan input dengan output per unit.en_US
dc.description.sponsorshipBayu Aprillianto, S.E., M.Akun. Dewi Ayu Puspita, S.E, MSA, Ak.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherEkonomi dan Bisnisen_US
dc.subjectAGROINDUSTRIen_US
dc.subjectPANDEMI COVID-19en_US
dc.subjectCOST LEADERSHIPen_US
dc.titlePengaruh Kinerja Keberlanjutan Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Agroindustri di Masa Pandemi Covid-19: Pendekatan Cost Leadershipen_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiS1 Akuntansien_US
dc.identifier.pembimbing1Bayu Aprillianto, S.E., M.Akunen_US
dc.identifier.pembimbing2Dewi Ayu Puspita, S.E., MSA, Ak.en_US
dc.identifier.validatorTeddyen_US
dc.identifier.finalizationTeddyen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record