dc.description.abstract | PT. Mitratani Dua Tujuh Jember adalah salah satu perusahaan agroindustri
yang bergerak sebagai eksportir produk edamame (Kedelai Jepang) dalam bentuk
beku. Dalam menjalankan kegiatan proses produksi, perusahaan sangat
memperhatikan kualitas bahan baku agar produk yang dihasilkan bisa diterima
dipasar internasional khususnya pasar Jepang yang terkenal sangat ketat sekali dalam
melakukan seleksi produk makanan impor dari luar negeri. Oleh karena itu, untuk
mencapai standar kualitas yang dihasilkan sesuai dengan standar perusahaan maka
perusahaan menerpakan fungsi pengawasan proses produksi. Pengawasan terhadap
pelaksanaan proses produksi merupakan pedoman bagi perusahaan untuk
mengantisipasi, meminimalkan dan menghindari terjadinya ketidaksesuaiaan atau
penyimpangan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan
pelaksanaan pengawasan proses produksi sebagai salah satu upaya untuk menjaga
kualitas produk edamame (Kedelai Jepang) pada PT. Mitratani Dua Tujuh Jember.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan
paradigma kualitatif, dimana dari penelitian ini akan menghasilkan data-data berupa
kata-kata, informan yang dipilih adalah informan kunci (key informan) dari
perusahaan yang sudah berpengalaman dalam bidangnya masing-masing.
Hasil dari penelitian ini adalah proses produksi yang dilakukan oleh PT.
Mitratani Dua Tujuh Jember adalah Jenis proses produksi terus menerus (continous
process) karena dalam kegiatan proses produksinya terdapat bahan baku secara
berurutan melalui tingkat pengerjaannya sampai menjadi produk edamame beku,
sehingga keluaran dari satu proses akan menjadi masukan bagi proses selanjutnya.
Adapun upaya pengawasan proses produksi dapat dilakukan dengan (1) SOP yaitu
Standard Operating Proseduress yang dibuat masing-masing bagian, (2) melakukan
tinjauan pada masing-masing bagian proses produksi yang dilakukan oleh kasi dan
quality control. Pengawasan proses produksi dilakukan PT. Mitratani Dua Tujuh
Jember dengan dua metode yaitu metode operatif dan metode administratif.
Pengawasan yang dilakukan adalah pengawasan sejalan karena dilakukan pada setiap
tahap proses produski yang meliputi tahap input, transformasi, dan tahap output. Pada
tahap input dilakukan pengawasan terhadap bahan baku, tenaga kerja, waktu kerja,
mesin dan peralatan. Pada tahap transformasi dilakukan pengawasan pada saat setelah
proses penerimaan dilakukan yaitu pada saat kedelai masuk kedalam ruang produksi
untuk dilakukan proses lebih selanjutnya, pengawasan yang dilakukan adalah pada
tahap raw material (RM) / penerimaan bahan baku, grading (sortasi), penimbangan
II, perendaman, pencucian II, blanching, dari sini ada dua produk yang dilakukan
proses berbeda yaitu produk (Long Blanching) LB dan produk (Salted Long
Blanching) SLB. Untuk LB setelah dari proses blanching kemudian cooling I, cooling
II, individual quick freezing (IQF), cold storage, sortasi akhir. Dan untuk produk SLB
setelah dari proses blanching kemudian cooling I, cooling II, perendaman dengan
garam, blanching II, cooling I, cooling II, individual quick freezing (IQF), cold
storage, sortasi akhir. Sedangkan pengawasan pada tahap output yaitu pengawasan
pada packaging dan pada saat poduk edamame (Kedelai Jepang) akan diekspor.
Kesimpulan dari peneitian ini adalah dengan adanya pengawasan yang
dilakukan oleh PT. Mitratani Dua Tujuh Jember jumlah realisasi produksi edamame
pada tahun 2010 sebesar 3399 ton naik -1,0% dari jumlah rencana sebesar 3364 ton,
dan untuk prduk edatsuki realisasinya turun 4,7% atau sebesar 283 ton dari total
rencana sebesar 297 ton. Dengan adanya pelaksanaan pengawasan proses prduksi
dapat menjaga kualitas produk yang dihasilkan serta sesuai dengan standarisasi yang
sudah ditetapkan oleh perusahaan. Pada tahap cold storage perusahaan masih pernah melakukan pengawasan proses produksi yang lebih ketat lagi karena masih terjadi
produk losses sebesar 1 % sebelum produk dilakukan pengemasan. | en_US |