Show simple item record

dc.contributor.authorDEWI, Nur A’mala
dc.date.accessioned2022-09-12T02:48:54Z
dc.date.available2022-09-12T02:48:54Z
dc.date.issued2020-03-19
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/109374
dc.descriptionFinalisasi oleh Taufik Tgl 12 September 2022en_US
dc.description.abstractAluminium merupakan senyawa yang reaktif dan dapat meningkatkan berbagai risiko terjadinya penyakit kronik terutama pada hati. Hati mrupakan organ detoksifikasi utama berbagai xenobiotik dan zat endogen. Selain itu hati merupakan tempat penyimpanan besi sekitar 98% dari total zat besi dan terdapat banyak reseptor transferin. Transferin (Tf) adalah protein pembawa dalam hati yang mengikat logam besi (Fe) dan aluminium (Al) dalam darah, hal ini dikarenakan terdapat kesamaan ionik diantara Fe3+ dan Al3+. Ion Al3+ dapat menggantikan tempat Fe (transferrin) sehingga akan menurunkan interaksi antara transporter ion dan Fe3+, hasil akhirnya akan menyebabkan konsentrasi Fe2+ yang meningkat. Ion Al3+ juga dapat berikatan dengan superoksida menjadi (AlO22+) superoksida, gabungan senyawa ini akan akan mereduksi Fe3+ menjadi Fe2+ sehingga terjadi peningkatan secara signifikan terhadap ion Fe2+ sehingga akan menghasilkan produksi ROS atau radikal bebas dalam jumlah besar dalam jenis radikal hidroksil (OHº). Peningkatan jumlah ROS dalam jumlah besar dan signifikan dapat menyebabkan peroksidasi lipid sehingga terjadi kerusakan hati. Kerusakan hati dapat dinilai berdasarkan gambaran proses histopatologinya seperti, degenerasi hidrofilik, degenerasi lemak, dan nekrosis sel hati. Kerusakan hati akibat radikal bebas dapat dicegah dengan antioksidan yaitu senyawa polifenol golongan flavonoid di dalam biji asam jawa (Tamarindus indica) antara lain myricetin, procyanidin B2, dan caffeic acid, ketiga senyawa ini memiliki potensi anti inflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak metanol biji asam jawa (Tamarindus indica) terhadap gambaran histopatologi hati tikus wistar jantan yang diinduksi aluminium. Jenis penelitian yang digunakan ialah true experimental laboratories secara in vivo dengan rancangan penelitian randomized posttest only control group design. Hewan coba yang digunakan yaitu tikus wistar jantan sebanyak 25 tikus dibagi menjadi 5 kelompok secara acak dengan simple random sampling. Kelompok terdiri dari kelompok kontrol normal yang diberi larutan akuades 1 ml dan larutan NaCl 0,9% 1 ml, kelompok kontrol negatif diberi larutan AlCl3 dengan dosis 300 mg/kgBB , dan kelompok perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakuan 3 yang masing-masing diberi larutan AlCl3 dengan dosis 300 mg/kgBB dan larutan ekstrak metanol biji asam jawa masing-masing sebesar 25, 50, dan 100 mg/kgBB. Perlakuan dilakukan selama 10 minggu. Data penelitian diambil melalui pengamatan gambaran histopatologi menggunakan modus dari skoring kerusakan. Gambaran yang diamati yaitu degenerasi hidrofik, degenerasi lemak, dan sel hati nekrosis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol normal didapatkan skor terbanyak yaitu 0, kelompok kontrol negatif 3, dan kelompok P1, P2, dan P3 didapatkan skor terbanyak 2, 1, dan 0. Data dari hasil skoring dilakukan analisis data menggunakan Uji Kruskal Wallis menghasilkan p=0,003 (p<0,05), sehingga menunjukkan perbedaan yang bermakna. Selanjutnya dilakukan uji Post Hoc menggunakan Mann Whitney untuk mengetahui adanya perbedaan antar 2 kelompok. Uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelompok Kn dengan K(-) dengan nilai p=0,008 (P<0,05), Kn dengan P1 dengan nilai p=0,010 (P<0,05), dan antar kelompok K(-) dengan kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 dengan nilai (P<0,05). Sedangkan antar kelompok Kn dengan P2 dan P3 menunjukkan nilai p=0,233 (P<0,05) dan p=0,655 (P<0,05), antar kelompok K(-) dan P1, P2, dan P3 dengan nilai p=0,105 (P<0,05), p=0,114 (P<0,05), p=0,670 (P<0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbaikan setelah pemberian ekstrak biji asam jawa jika dilihat dari perbandingan (Kn) dan (K(-). Akan tetapi jika dibandingkan antar kelompok perlakuan 1, 2, dan 3 dimana ketiganya diberikan ekstrak biji asam jawa dengan dosis yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada analisis data jika dibandingkan dengan modus skoring kerusakan, yang mengalami perbaikan kerusakan secara bertingkat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan kerusakan sel hati pada pemberian ekstrak metanol biji asam jawa (Tamarindus indica) terhadap gambaran histopatologi hati yang sebelumnya diinduksi aluminium, akan tetapi pengaruh perbaikannya kecil terhadap peningkatan dosis.en_US
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : dr. Al Munawir, M.Kes, Ph.D. Dosen Pembimbing Anggota : dr. Rony Prasetyo, M.Kes.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Kedokteranen_US
dc.subjectBIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica )en_US
dc.subjectGAMBARAN HISTOPATOLOGI HATIen_US
dc.subjectDIINDUKSI ALUMINIUMen_US
dc.subjectTIKUS WISTAR JANTANen_US
dc.titleEfek Ekstrak Metanol Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) terhadap Gambaran Histopatologi Hati Tikus Wistar Jantan yang Diinduksi Aluminiumen_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.finalizationTaufiken_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record