Penentuan Lokasi Potensi Mikrohidro Dengan Analisis Spasil dan Pemodelan Hidrologi Pada DAS Setail, Banyuwangi
Abstract
Energi listrik merupakan salah satu faktor kebutuhan yang tidak dapat
terpisahkan bagi kehidupan manusia sehari-hari dari kebutuhan yang paling
sederhana hingga kompleks. Namun, pemenuhan energi listrik untuk kebutuhan
manusia saat ini masihlah bersumber dari minyak bumi. Hal tersebut akan
berdampak buruk bagi lingkungan serta ketersediaan energi minyak bumi yang
terbatas dan tidak terbarukan. Untuk itu, maka diperlukan upaya penggalian potensi
energi alternatif sebagai pengganti minyak bumi dalam memenuhi kebutuhan listrik
manusia yang ramah lingkungan.. Penilitian ini dilakukan guna mencari dan
menentukan lokasi-lokasi yang memiliki potensi energi mikrohidro pada DAS
Setail, Banyuwangi sebagai energi alternatif dengan menggunakan analisis spasial
ArcGIS dan pemodelan hidrologi HEC-HMS.
Analisis spasial menggunakan ArcGIS diterapkan untuk menentukan
batasan studi area yakni DAS Setail berdasar data DEM (Digital Elevation Model).
Tak hanya batasan DAS, analisis spasial ini digunakan sebagai penentu
karakteristik DAS yang hasilnya digunakan sebagai parameter dalam proses
pemodelan HEC-HMS. Setelah didapat semua parameter yang dibutuhkan,
selanjutnya dilakukan pemodelan hidrologi menggunakan HEC-HMS. Pada proses
inilah data hidrologi dimodelkan untuk mendapatkan debit pemodelan melalui
berbagai tahapan dari kalibrasi model hingga validasi. Output pada pemodelan ini
ialah nilai debit pemodelan yang akan diolah menjadi debit andalan menggunakan
grafik Flow Duration Curve. Debit andalan yang dihasilkan nantinya digunakan sebagai parameter dalam perhitungan daya yang mampu dibangkitkan oleh titik
potensi energi mikrohidro.
Hasil dari berbagai proses pemodelan yang dilakukan pada penelitian
menunjukkan bahwa pada DAS Setail ditemukan 11 titik potensi energi mikrohidro.
Kesebelas titik tersebut memiliki nilai estimasi daya bangkitan yang bervariasi
sesuai dengan kondisi pada wilayah tersrbut. Pada titik 1 didapat nilai sebesar (52,6
kW), titik 2 (41,6 kW), titik 5 (17,1 kW), titik 6 (19,9 kW), titik 7 (14,3 kW), titik
8 (10,4 kW), titik 10 (13,1 kW), dan titik 13 (19,6 kW)
Collections
- UT-Faculty of Engineering [4173]