Perencanaan Campuran High-Performance Concrete Pada Paving Block Dengan Metode Vibropressing
Abstract
Maraknya penggunaan paving block sebagai perkerasan area parkir maupun
perkerasan jalan raya menuntut ketersediaan mutu paving block yang sesuai dengan
penggunaan. Tidak hanya digunakan sebagai perkerasan pada area parkir dan jalan
raya, penggunaan paving block juga telah diaplikasikan sebagai perkerasan pada
area bandara udara internasional dan juga terminal kontainer internasional yang
dimana pada area tersebut membutuhkan pijakan dengan kuat tekan yang tinggi.
Ketersediaan mutu paving block yang ada di Indonesia adalah paving block mutu
A yakni dengan kuat tekan sebesar 40 MPa, akan tetapi mutu paving block dengan
kuat tekan tersebut belum bisa diaplikasikan pada area bandara udara internasional
maupun terminal kontainer internasional sehingga diperlukan mutu paving block
yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan paving block mutu
tinggi dengan material lokal.
Pada umumnya, produksi paving block secara home industry dilakukan
dengan metode konvensional dan kuat tekan yang dihasilkan masih terbilang rendah
sehingga diperlukan metode lain untuk mendapatkan kuat tekan yang lebih baik.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode vibropressing. Alat
vibropressing adalah alat yang digunakan untuk pemadatan dengan memanfaatkan
gaya tekan hidrolis dan juga mengkombinasikan getaran dengan tujuan agar udara
yang terperangkap di dalam rongga-rongga campuran paving block dapat keluar
sehingga paving block menjadi lebih padat dan rata. Campuran paving block yang
digunakan dalam penelitian ini mengacu pada ACI mix design dengan kuat tekan
rencana 40 MPa dan 35 MPa dan juga DoE mix design dengan kuat tekan rencana
50 MPa dan 40 MPa. Pada penelitian ini juga ditambahkan abu batu sebanyak 9%
dari berat pasir yang digunakan pada masing-masing mix design untuk mendapatkan kuat tekan yang lebih tinggi. Perawatan benda uji dilakukan dengan
cara penyiraman permukaan benda uji menggunakan air dan Pengujian benda uji
dilakukan pada umur 28 hari.
Hasil dari pengujian kuat tekan concrete paving block ACI mix design dan
DoE mix design tanpa abu batu pada umur 28 hari berturut-turut yaitu 65,0737 MPa,
55,0417 MPa, 50,0485 MPa, dan 43,7896 MPa. Sedangkan hasil kuat tekan
concrete paving block ACI mix design dan DoE mix design dengan tambahan abu
batu pada umur 28 berturut-turut yaitu 67,0910 MPa, 56,8807 MPa, 51,6150 MPa,
dan 45,3471 MPa. Selanjutnya hasil pengujian daya serap air concrete paving block
ACI mix design dan DoE mix design tanpa abu batu pada umur 28 hari berturutturut yaitu 1,472%, 1,639%, 1,657%, dan 1,798%. Sedangkan hasil pengujian daya
serap air concrete paving block ACI mix design dan DoE mix design dengan
tambahan abu batu pada umur 28 hari berturut-turut yaitu 1,842%, 2,279%, 2,251%,
dan 2,394%. Hasil pengujian keausan concrete paving block ACI mix design dan
DoE mix design tanpa abu batu pada umur 28 hari berturut-turut yaitu 0,0676
mm/menit, 0,0781 mm/menit, 0,0763 mm/menit, dan 0,0778 mm/menit. Sedangkan
hasil pengujian keausan concrete paving block ACI mix design dan DoE mix design
dengan tambahan abu batu pada umur 28 hari berturut-turut yaitu 0,0736 mm/menit,
0,0708 mm/menit, 0,0856 mm/menit, dan 0,0829 mm/menit. Penambahan abu batu
sebanyak 9% menyebabkan peningkatan kuat tekan sebesar 3%-3,5% akan tetapi
menyebabkan nilai resapan air semakin tinggi.
Collections
- UT-Faculty of Engineering [4173]