Show simple item record

dc.contributor.authorRosidatun Nisa’
dc.date.accessioned2013-12-19T07:48:15Z
dc.date.available2013-12-19T07:48:15Z
dc.date.issued2013-12-19
dc.identifier.nimNIM050210103372
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10569
dc.description.abstractRosela merupakan tanaman yang penggunaannya dalam bidang kesehatan di Indonesia sudah banyak dimanfaatkan. Di negara lain, seluruh bagian tanaman rosela yaitu buah, kelopak bunga, mahkota bunga, dan daun selain digunakan sebagai bahan makanan dan minuman, juga digunakan sebagai obat tradisional. Bagian rosela yang sering digunakan sebagai obat adalah bagian kelopak (Maryani dan Kristiana, 2008:23-25). Ekstrak kelopak rosella mempunyai khasiat di antaranya sebagai antikejang (antipasmodik), mengobati cacingan (antelmintik), dan antibakteri (Suryaatmaja dan Nelistya, 2009:14). Zat aktif dalam kelopak bunga rosella yang berfungsi menghambat aktivitas antibakteri adalah gossypetin. Gossypetin adalah salah satu turunan dari flavonoid berupa pigmen yang terdapat dalam bunga dan kelopak tanaman rosella (Mounnissamy et al, 2002). Untuk mengetahui aktivitas senyawa antibakteri yang terkandung dalam kelopak bunga rosella maka penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat rebusan dan perasan bunga rosella merah dan menentukan Konsentrasi Hambatan Minimum (KHM) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas MIPA Universitas Jember pada bulan Maret 2012 sampai bulan Mei 2012. Penelitian ini merupakan penelitian in vitro dengan menggunakan metode sumuran dengan kontrol positif kloromfenikol 0,1% dan kontrol negatif aquades. Serial konsentrasi yang digunakan adalah 0,25%, 0,5%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, dan 10%. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Analisis data dengan One-Way ANOVA menggunakan SPSS versi 13 for Windows, untuk menguji perbedaan diantara semua pasangan perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan α=0,05. Sedangkan untuk menguji perbedaan daya hambat terhadap kedua bakteri dilakukan uji T-Test. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa Konsentrasi Hambatan Minimum (KHM) rebusan bunga rosella merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus adalah pada konsentrasi 0,4% dan Konsentrasi Hambatan Minimum (KHM) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah pada konsentrasi 0,5%. Sedangkan Konsentrasi Hambatan Minimum (KHM) perasan bunga rosella merah terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah 0,3% dan Escherichia coli adalah 0,4%. Berdasarkan uji ANOVA rebusan nilai F hitung pada Staphylococcus aureus adalah 414,628, dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dimana (P<0,05). Sedangkan F hitung pada Escherichia coli adalah 179,487, dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dimana (P<0,05). Berdasarkan uji ANOVA perasan nilai F hitung pada Staphylococcus aureus adalah 686,592 . dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dimana (P<0,05). Sedangkan F hitung pada Escherichia coli adalah 1085,257, dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dimana (P<0,05). Hal ini berarti ada perbedaan yang nyata antar perlakuan yaitu rebusan dan perasan bunga rosella merah baik terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Selanjutnya berdasarkan uji T-Test menunjukkan perbedaan daya hambat rebusan dan perasan bunga rosella merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli tidak berbeda nyata atau tidak signifikan pada taraf α=0,05 dengan nilai probabilitas sebesar 0,962 (P>0,05). Kesimpulan dari hasil analisis data dan pembahasan, bahwa rebusan dan perasan bunga rosella merah memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hal ini dikarenakan kandungan aktif dalam kelopak bunga rosella yaitu gossipetin yang berfungsi menghambat aktivitas antibakterial dengan mekanisme penghambatan dengan cara mendenaturasi protein dinding sel bakteri.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries050210103372;
dc.subjectDaya Hambat Rebusan, Bunga Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa Linn.), Pertumbuhan, Bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia colien_US
dc.titleERBANDINGAN DAYA HAMBAT REBUSAN DAN PERASAN BUNGA ROSELLA MERAH (Hibiscus sabdariffa Linn.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Dan Escherichia colien_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record