Rasio Kebutuhan Beton dan Besi Tulangan Untuk Pekerjaan Struktur Pada Proyek Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Jember Menggunakan Metode Perhitungan Regresi Linier
Abstract
Perkembangan pembangunan di era modern saat ini sangat memungkinkan
menciptakan alternatif desain konstruksi yang unik dan bertingkat. Berdasarkan hasil
yang ada, porsi biaya untuk pekerjaan struktur bangunan lebih tinggi dari pekerjaan
lain, berkisar antara 30% - 50% dari total nilai biaya proyek (Sugianto dan Kusuma,
2009). Pentingnya pengendalian biaya kuantitas dari pekerjaan struktur konstruksi,
maka dalam tahap perancangan diperlukan komposisi perbandingan antara luas
penampang besi tulangan dengan luas beton secara menyeluruh untuk mendapatkan
hasil perancangan yang dapat dikategorikan normal dan terjangkau. Penelitian ini
menggunakan metode perhitungan regresi linear untuk memudahkan perencana jika
akan merencanakan struktur bangunan dengan desain yang sama.
Proyek Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Jember terdiri dari
1 sampai 6 lantai. Hasil perhitungan volume beton kolom diperoleh sebesar 394, 94
m3, balok diperoleh 1488,57 m3 dan untuk plat sebesar 1214, 32 m3. Sedangkan
pada besi kolom 86225,21 kg , besi balok 511281,73 kg dan besi plat 104793,37 kg.
Metode analisis regresi linear dengan membuat pemodelan matematis antara
variabel x dan variabel y. Variabel x adalah variabel yang mempengaruhi yaitu
volume beton. Variabel y adalah variabel yang dipengaruhi yaitu volume besi.
Perhitungan hasil rasio beton dan besi menggunakan Microsoft Excel dengan hasil
sebagai berikut. Untuk kolom Y = 224,31x-377,18 dengan nilai regresi 0,9931, balok
Y = 321,48x+ 1056,2 dengan nilai regresi 0,9681 dan plat Y = 94,093+ 437,42
dengan nilai regresi 0,9849.
Collections
- UT-Faculty of Engineering [4173]