Aktivitas Fibrinolitik Ekstrak Protein Ekstraseluler Bakteri Pseudoalteromonas Phenolica WAN 4 Asal Perairan Pantai Selatan, Jember

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan sering berkaitan dengan pembentukan trombus akibat akumulasi fibrin dalam pembuluh darah. Terapi trombolitik yang tersedia saat ini masih memiliki berbagai keterbatasan, seperti risiko perdarahan, efek samping, serta biaya yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan sumber enzim fibrinolitik baru yang berpotensi sebagai agen terapi alternatif. Bakteri laut, khususnya genus Pseudoalteromonas, yang diketahui mampu menghasilkan berbagai metabolit bioaktif termasuk enzim protease dinilai sebagai kandidat agen fibrinolitik. . Pada penelitian sebelumnya Isolat Pseudoalteromonas phenolica telah diisolasi dan diidentifikasi berasal dari pantai selatan, Jember dan memiliki aktivitas proteolitik, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas fibrinolitik dari protein ekstraseluler yang dihasilkan oleh bakteri Pseudoalteromonas phenolica asal Pantai Selatan, Jember. Metode diawali dengan peremajaan dan konfirmasi karakteristik isolat Pseudoalteromonas phenolica melalui karakterisasi morfologi secara makroskopis maupun mikroskopis melalui pengamatan koloni dan pewarnaan gram. Konfirmasi sifat biokimia dilakukan terhadap kultur cair isolat menggunakan media Skim Milk Agar (SMA). Aktivitas fibrinolitik dilakukan terhadap ekstrak kasar protein yang diekstraksi menggunakan presipitasi etanol dengan konsentrasi yang diukur menggunakan metode bradford. Ekstrak kasar protein bakteri diuji aktivitas proteolitik menggunakan media Skim Milk Agar (SMA) dan fibrinolitik menggunakan metode fibrin plate assay. Zona bening yang terbentuk menunjukkan adanya aktivitas proteolitik dan fibrinolitik oleh ekstrak kasar protein bakteri. Hasil karakterisasi sesuai dengan penelitiannya sebelumnya, di mana koloni P. phenolica berbentuk bulat, berwarna putih kekuningan, memiliki tepi undulate dan elevasi flat. Pewarnaan Gram menunjukkan bahwa bakteri ini termasuk Gram negatif dengan bentuk sel batang. Selain itu, hasil uji proteolitik terhadap kultur cair isolat juga menunjukkan adanya aktivitas proteolitik ditandai dengan zona bening di sekitar koloni. Hasil ekstraksi dari 50 mL kultur memperoleh ekstrak kasar protein dengan konsentrasi sebesar 146 ng/µL menggunakan pelarut ddH2O dan 158,53 ng/µL pada pelarut DMSO. Analisis lanjutan terkait aktivitas proteolitik menunjukkan indeks proteolitik sebesar 2,85±0,01. Serta, aktivitas fibrinolitik yang menunjukkan indeks fibrinolitik meningkat seiring waktu inkubasi, yaitu 0,31±0,02 pada jam ke-3, 0,95±0,03 pada jam ke-6, dan 1,69±0,4 pada jam ke-9. Namun demikian, aktivitas tersebut masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif nattokinase, yaitu jam ke 3 sebesar 1,09±0,07, jam ke 6 dan 9 nilai indeks fibrinolitik nattokinase, sebesar 1,5±0,08 dan 2,14±0,1.

Description

Finalisasi 31 Agustus 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By