Sebaran Retensi Hara Tanah pada Lahan Sawah Terdegradasi di Empat Kabupaten Jawa Timur
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Lahan sawah merupakan sumber daya penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pengelolaan lahan secara intensif yang berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi pengelolaan bahan organik dan konservasi tanah dapat menyebabkan degradasi kimia tanah. Kondisi tersebut mengakibatkan kemampuan tanah dalam mempertahankan dan menyediakan unsur hara bagi tanaman semakin menurun sehingga berpotensi menurunkan produktivitas lahan. Evaluasi retensi hara diperlukan sebagai dasar untuk mengetahui kondisi kesuburan kimia tanah dan mendukung penyusunan strategi pengelolaan lahan sawah secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi retensi hara pada lahan sawah terdegradasi di Kabupaten Jember, Banyuwangi, Lumajang, dan Situbondo, serta menganalisis pengaruh parameter retensi hara terhadap produktivitas padi dan Indeks Pertanaman (IP). Penelitian menggunakan 174 sampel tanah yang diperoleh secara purposive sampling. Parameter yang dianalisis meliputi pH tanah, Kapasitas Tukar Kation (KTK), C-organik, dan Kejenuhan Basa (KB). Kondisi retensi hara dievaluasi berdasarkan harkat masing-masing parameter, sedangkan pengaruh parameter retensi hara terhadap produktivitas padi dan Indeks Pertanaman dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Sebaran kondisi retensi hara dipetakan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi retensi hara berbeda pada setiap kabupaten. Kabupaten Jember memiliki kondisi retensi hara terbaik karena didukung oleh nilai pH, C-organik, dan KTK yang relatif lebih tinggi. Kabupaten Situbondo memiliki kondisi retensi hara cukup baik dengan KTK yang tinggi meskipun kandungan C-organik masih rendah. Kabupaten Banyuwangi menunjukkan kondisi retensi hara rendah akibat rendahnya pH, C-organik, dan KTK, sedangkan Kabupaten Lumajang memiliki kondisi retensi hara terendah yang dipengaruhi oleh rendahnya KTK, rendahnya C-organik, serta tingginya kandungan pasir. Analisis regresi menunjukkan bahwa parameter retensi hara secara bersama-sama menjelaskan 44,5% variasi produktivitas padi. C-organik dan kejenuhan basa berpengaruh nyata terhadap produktivitas padi, sedangkan KTK dan pH tidak berpengaruh nyata. Sebaliknya, seluruh parameter retensi hara tidak berpengaruh nyata terhadap Indeks Pertanaman sehingga variasi IP lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti ketersediaan air irigasi, pola tanam, kondisi iklim, dan sistem pengelolaan lahan.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 02 Oktober 2026_Kholif Basri
