Hubungan Kualitas Tidur Dengan Diabetes Fatigue pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 DI Rsd Dr. Soebandi Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

fakultas keperawatan

Abstract

Kualitas tidur menjadi kebutuhan penting bagi tubuh karena dapat memberikan energi dengan pemulihan istirahat dan tidur. Pada penderita diabetes melitus tipe 2 umumnya mengalami masalah gangguan tidur berkaitan dengan gejala khas seperti sering buang air kecil di malam yang berdampak pada kepuasan tidur. Gangguan tidur tersebut apabila berkelanjutan berdampak pada kelelahan karena kurangnya energi yang dibutuhkan. Kelelahan pada penderita diabetes melitus mengakibatkan penurunan beraktivitas, penurunan prestasi kerja dan efisiensi dalam menyelesaikan tugas. Diabetes fatigue dapat mempengaruhi kemampuan produktivitas individu dan menjadi hambatan dalam perawatan diri pada pasien diabetes melitus tipe 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dengan diabetes fatigue pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel ditentukan melalui aplikasi G*Power 3.1 dan didapatkan hasil 112 responden. Sampel dipilih dengan menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kualitas tidur (Pittsburgh Sleep Quality Index/PSQI) dan diabetes fatigue (MultiDemensional Fatigue Invantory/MFI-20). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi kendal’s tau-c dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tengah usia responden yaitu 55 tahun tahun dengan lama menderita 3 tahun (minimal 1 tahun dan maksimal 23 tahun). Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 62,5% yang bekerja sebagai IRT sebanyak 33,9% dengan tingkat pendidikan terakhir SMAsebanyak 42,9%. Pada variabel kualitas tidur mayoritas responden memiliki kategori kualitas tidur buruk sebanyak 86 responden (76,8%). Pada variabel diabetes fatigue mayoritas responden mengalami kelelahan tinggi sebanyak 55 responden (49,1%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan antara kualitas tidur dengan diabetes fatigue pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSD dr. Soebandi Jember (p value 0,000, r -0,494) dengan kekuatan korelasi sedang dan arah korelasi negatif artinya semakin menurun kualitas tidur maka semakin meningkat diabetes fatigue. Kualitas tidur memiliki pengaruh terhadap tingkat kelelahan yang dialami pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Tidur memberikan waktu untuk perbaikan dan penyembuhan sistem tubuh sehingga dapat memberikan perasaan tenaga yang pulih. Apabila kualitas tidur menurun maka berdampak pada produktivitas sehari hari. Hal ini disebabkan oleh beberapa gangguan dalam tidur yang berdampak pada penurunan kualitas tidur sehingga pasien merasa lelah dengan keluhan yang dialami seperti klien mudah gelisah, lesu, apatis, tidak bersemangat dalam menjalakan aktivitas. Kualitas tidur buruk pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 terjadi karena pasien mengalami beberapa masalah dalam aspek subjektif dan aspek kuantitatif tidur. Masalah aspek terbesar yang berkontribusi pada tingkat kelelahan yang dialami oleh pasien diabetes melitus tipe 2 adalah gangguan tidur yang diakibatkan gejala seperti poliuri, polidipsi, dan polifagia. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa kualitas tidur belum optimal pada pasien diabetes melitus tipe 2 sehingga berdampak pada tingkat kelelahan yang dialami. Peran perawat diharapkan dapat memberikan atau mengajarkan teknik manajemen energi dan kualitas tidur meliputi manajemen keletihan, manajemen latihan dan pergerakan, mnanajemen istirahat dan tidur yang bermanfaat untuk mengelola tidur dengan baik dan bermanfaat menghasilkan energi, dan ketahanan untuk melakukan aktivitas serta mengurangi kelelahan.

Description

Reupload file repository 10 februari 2026_agus/feren

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By