Implementasi Atraumatic Care dengan Menonton Film Kartun untuk Menurunkan Ansietas pada Anak Hospitalisasi di RSUD dr. Haryoto Lumajang
| dc.contributor.author | Muhammad Afif Faruq | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-09T08:04:27Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-03 | |
| dc.description | Validasi dan Finalisasi Ratna 9 Juli 2026 | |
| dc.description.abstract | Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan ansietas akibat lingkungan rumah sakit yang asing, tindakan medis, serta perubahan aktivitas sehari-hari selama menjalani perawatan. Ansietas pada anak dapat ditunjukkan dengan merasa bingung, merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, tampak gelisah, tampak tegang, dan sulit tidur sehingga penulis mengambil masalah keperawatan ansietas. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan ansietas adalah teknik distraksi melalui implementasi atraumatic care dengan menonton film kartun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penurunan ansietas setelah implementasi atraumatic care dengan menonton film kartun pada anak hospitalisasi di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu anak usia prasekolah yang mengalami ansietas selama hospitalisasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi menggunakan instrumen Facial Image Scale (FIS), lembar observasi Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat ansietas pada An. A yang ditandai dengan perubahan skor Facial Image Scale dari 3 (ansietas sedang) menjadi 1 (tidak ada ansietas). Selain itu, keluhan gelisah, rasa khawatir terhadap kondisi yang dialami, perilaku gelisah, dan perilaku tegang mengalami penurunan, serta pola tidur anak menunjukkan perbaikan. Implementasi atraumatic care dengan menonton film kartun dilakukan selama 3 hari dengan frekuensi satu kali sehari dan durasi 10 menit setiap sesi. Teknik distraksi audiovisual berperan dalam merangsang pelepasan hormon endorphin, dimana hormon ini berfungsi menurunkan ansietas. Keunggulannya juga terletak pada kemampuannya dalam mengalihkan ansietas secara lebih efektif karena melibatkan dua indera, yaitu penglihatan dan pendengaran. Berdasarkan hasil studi kasus ini, implementasi atraumatic care dengan menonton film kartun dapat membantu menurunkan tingkat ansietas pada anak hospitalisasi sehingga dapat dijadikan intervensi pendukung nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Ns. Musviro, S.Kep., M.Kes. DPA : Ns. Laili Nur Azizah, S.Kep., M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10882 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Atraumatic Care | |
| dc.subject | Ansietas | |
| dc.subject | Distraksi Audiovisual | |
| dc.title | Implementasi Atraumatic Care dengan Menonton Film Kartun untuk Menurunkan Ansietas pada Anak Hospitalisasi di RSUD dr. Haryoto Lumajang | |
| dc.type | Other |
