Pengujian Hipotesis Environmental Phillips Curve di Asean-5: Implikasi Kebijakan Moneter, Fiskal, Dan Perdagangan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi validitas hipotesis Environmental
Phillips Curve (EPC) di negara-negara ASEAN-5, yaitu Indonesia, Malaysia,
Thailand, Filipina, dan Vietnam, serta mengkaji implikasi spesifik kebijakan moneter,
fiskal, dan perdagangan terhadap emisi karbon dioksida (CO₂). Metode Panel Least
Squares digunakan untuk menganalisis dampak pengangguran, konsumsi energi fosil,
dan instrumen kebijakan yang meliputi suku bunga riil, kredit domestik, pengeluaran
pemerintah, subsidi bahan bakar fosil, serta keterbukaan perdagangan terhadap
degradasi lingkungan. Hasil empiris mengonfirmasi validitas hipotesis EPC pada
model kebijakan moneter dan perdagangan, yang ditunjukkan oleh hubungan negatif
signifikan antara tingkat pengangguran dan emisi karbon. Namun, model kebijakan
fiskal menunjukkan hubungan positif, yang mengindikasikan adanya mekanisme
umpan balik kebijakan yang kompleks, di mana stimulus fiskal pada kondisi
pengangguran tinggi justru memperburuk tingkat emisi. Instrumen kebijakan fiskal,
khususnya pengeluaran pemerintah dan subsidi bahan bakar fosil, secara signifikan
meningkatkan emisi karbon, sementara instrumen kebijakan moneter dan keterbukaan
perdagangan tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Implikasi
penelitian ini menunjukkan bahwa pembuat kebijakan di ASEAN-5 perlu
mengalihkan stimulus fiskal yang bersifat umum menuju penganggaran hijau yang
lebih terarah. Keaslian penelitian ini terletak pada integrasi instrumen kebijakan
makroekonomi spesifik ke dalam kerangka EPC di ASEAN-5 dengan menempatkan
pengangguran sebagai variabel mediasi antara kebijakan dan hasil lingkungan.
Description
Reupload Repositori File 04 Juni 2026_Kholif Basri
Validasi file repositori 4 Juni 2026_Dea_Firli
