Hambatan Pemerintah Bangladesh dalam Mengurangi Pekerja Anak
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Pekerja anak masih menjadi persoalan yang serius di Bangladesh. Angka jumlah
pekerja anak masih tinggi terutama di sektor garmen, pembuatan batu bata, pengolahan
ikan kering, dan pekerjaan domestik yang bersifat eksploitatif dan berbahaya.
Pemerintah Bangladesh telah meratifikasi Konvensi ILO nomor 138 tentang usia
minimum bekerja dan Konvensi ILO nomor 182 tentang penghapusan bentuk terburuk
pekerja anak, tetapi penerapan norma internasional ini belum berjalan efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan Pemerintah Bangladesh dalam
mengimplementasikan norma pekerja anak. Dengan menggunakan metode penelitian
kualitatif berbasis data sekunder, penelitian ini menerapkan teori konstruktivisme dan
kerangka norm life cycle karya Kathryn Sikking dan Martha Finnemore, khususnya
pada tahap internalisasi norma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratifikasi
kebijakan secara formal saja tidak cukup, hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah
Bangladesh masih terhambat dalam mengimplementasikan kebijakan secara domestik
karena penegakkan hukum belum konsisten dan birokrasi berjalan tidak stabil. Selain
itu, budaya lokal masih menormalisasi pekerja anak sebagai kebutuhan ekonomi
keluarga.
Description
Reuploud Repository hasyim Juni 2026
Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 15 Juni 2026
