Hubungan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Dan Pola Asuh Gizi Dengan Kejadian Stunting (Studi di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk)
| dc.contributor.author | Falisa Naura Selvani | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-27T02:38:54Z | |
| dc.date.issued | 2025-06-12 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 27 Januari 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Stunting merupakan keadaan malnutrisi yang menjadi permasalahan global termasuk Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 21,6% dan pemerintah telah menerapkan target penurunan stunting menjadi 14% pada tahun 2024 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), prevalensi stunting di Kabupaten Jember pada tahun 2024 sebesar 9,53%. Laporan Dinas Kesehatan Jember menyatakan bahwa Desa Panduman termasuk dalam desa lokus stunting yang merupakan desa dengan prevalensi stunting tertinggi se-Kabupaten Jember pada tahun 2024 yakni sebesar 17,44%. Stunting bisa diatasi dengan intervensi spesifik (kontribusi sebesar 30%) dan intervensi sensitif (kontribusi sebesar 70%). Ketahanan pangan dan pola asuh gizi merupakan penyebab tidak langsung stunting yang termasuk dalam indikator kajian intervensi sensitif. Rumah tangga yang tidak tahan pangan akan mengalami kesulitan pasokan makan yang menyebabkan porsi makan berkurang sehingga asupan gizi tidak terpenuhi dan berdampak stunting pada balita. Pola asuh gizi yang baik terutama ASI dan MPASI akan memenuhi nutrisi bayi pada 1000 HPK sehingga mengoptimalkan tumbuh kembang bayi dan mencegah stunting. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan rumah tangga dan pola asuh gizi dengan stunting di Desa Panduman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain case control yang bersifat retrospektif. Penelitian dilaksanakan di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember pada bulan November 2024 hingga Januari 2025. Sampel penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sampel perbandingan antara kasus dengan kontrol dengan perbandingan 1:2 sehingga didapatkan 34 kasus dan 68 kontrol. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner Household Food Insecurity Access Scale dan kuesioner pola asuh gizi serta data sekunder melalui studi dokumentasi terkait stunting, kemiskinan, cakupan ASI, dan MP-ASI. Kuesioner telah diuji validitasnya dengan koefisien reprodusibilitas (Kr=0,904) dan koefisien skalabilitas (Ks=0,614) dan reliabilitasnya menggunakan Kuder Richardson 21 (KR-21=0,996). Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dengan nomor 2850/UN25.8/KEPK/DL/2024 sebelum dilakukan pengumpulan data. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan SPSS dengan uji distribusi frekuensi dan koefisien kontingensi C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik balita Desa Panduman pada balita stunting lebih banyak yang berusia 24-35 bulan, berjenis kelamin perempuan, memiliki ibu dengan tingkat pendidikan SD/SMP, memiliki keluarga dengan pendapatan dibawah UMK Jember, sedangkan balita yang tidak mengalami stunting lebih banyak yang berusia 48-59 bulan, berjenis kelamin laki-laki, memiliki karakterisitik pendidikan ibu dan pendapatan keluarga yang serupa. Ketahanan pangan rumah tangga di Desa Panduman pada balita stunting lebih banyak berada pada kategori rawan pangan sedang, sedangkan balita yang tidak mengalami stunting lebih banyak yang berkategori tahan pangan. Pola asuh gizi di Desa panduman pada balita stunting lebih banyak yang memiliki perilaku kurang baik, namun berkebalikan dengan balita yang tidak mengalami stunting. Status stunting di Desa Panduman lebih banyak yang berada pada kategori pendek. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara ketahanan pangan rumah tangga dan kejadian stunting (p-value < 0,001), serta antara pola asuh gizi dan kejadian stunting (p-value < 0,001). Saran yang diberikan kepada ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan yakni memanfaatkan alternatif pangan, memahami pentingnya ASI Eksklusif dan memberikan MPASI dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Saran yang diberikan kepada Puskesmas Jelbuk yaitu meningkatkan kolaborasi lintas sektor serta peran kader. Saran yang diberikan kepada peneliti selanjutnya yaitu mempertimbangkan jumlah sampel dan melakukan penelitian kualitatif. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Dr. Farida Wahyu Ningtyias, S.KM., M.Kes. Dosen Pembimbing Anggota: Dhuha Itsnanisa Adi, S.Gz., M.Kes. | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/372 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Stunting | |
| dc.subject | Pola asuh gizi | |
| dc.title | Hubungan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Dan Pola Asuh Gizi Dengan Kejadian Stunting (Studi di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk) | |
| dc.type | Other |
