Penggunaan Metode Shared Reading Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Lancar Pada Peserta Didik Kelas Iii Sdn Wirolegi 02 Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar memuat empat aspek keterampilan berbahasa yang wajib diajarkan kepada peserta didik, salah satunya adalah keterampilan membaca. Kemampuan membaca yang baik menjadi landasan utama dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, karena tidak hanya berfokus pada pengenalan kata demi kata, melainkan juga pemahaman terhadap isi bacaan. Hal tersebut menuntut peserta didik untuk dapat membaca dengan lancar agar tidak kesulitan dalam memahami isi bacaan, sebagaimana tertera pada capaian pembelajaran di kurikulum merdeka yang mengharapkan peserta didik mampu membaca secara fasih, yakni membaca lancar tanpa harus mengeja. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas III di SDN Wirolegi 02 Jember, diperoleh informasi bahwa kemampuan membaca lancar peserta didik di sekolah tersebut tergolong rendah. Sebanyak 75% dari 28 peserta didik belum mencapai ketuntasan, karena cara membacanya yang masih mengeja bahkan terkadang salah eja. Hal ini disebabkan oleh kurangnya latihan membaca, minimnya sumber bacaan yang menarik, metode pembelajaran yang belum bervariasi dan kurangnya dukungan orang tua terhadap anaknya untuk membiasakan membaca di rumah, sehingga semua proses pembelajaran hanya diserahkan kepada guru. Kondisi tersebut menjadi hambatan dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran dan akan berdampak pula pada perkembangan akademik peserta didik. Permasalahan terkait rendahnya kemampuan peserta didik kelas III di SDN Wirolegi 02 Jember dalam membaca lancar diperbaiki dan ditingkatkan pada penelitian ini dengan menggunakan metode shared reading. Metode ini mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan membaca bersama-sama antara guru dan peserta didik lainnya. Pada kegiatan membaca melalui metode shared reading, peserta didik tidak hanya memperoleh contoh cara membaca yang benar dari guru, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan dan melatih kemampuan membacanya baik secara berkelompok maupun individu. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan, mendorong peserta didik untuk percaya diri dalam membaca dengan lancar melalui pelafalan yang jelas, serta penggunaan intonasi dan tanda baca yang sesuai, sehingga minat membaca peserta didik semakin tumbuh dan semangat dalam meningkatkan keterampilan membacanya. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan terhadap peserta didik kelas III SDN Wirolegi 02 Jember tahun ajaran 2024/2025 dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca lancar peserta didik meningkat setelah menggunakan metode shared reading. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata dan persentase ketuntasan kemampuan membaca peserta didik di setiap tahapan siklus. Pada tahap prasiklus, hanya 7 peserta didik (25%) yang mencapai nilai ketuntasan membaca lancar dengan rata-rata 31,07. Jumlah ini meningkat pada siklus I sebanyak 10 peserta didik (35,7%) dengan rata-rata 49,42 yang dipengaruhi oleh peran guru sebagai model dalam membacakan teks dengan intonasi, tanda baca, dan pelafalan yang tepat serta pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk membaca bergiliran. Pada siklus II terjadi peningkatan sebanyak 16 peserta didik (57,14%) yang mencapai nilai ketuntasan membaca lancar dengan rata-rata 64,14. Peningkatan ini didukung oleh pemberian contoh kalimat sederhana dan cara membacanya yang tepat, penyisipan permainan dalam proses pembelajaran, penerapan aturan serta pemberian penghargaan yang mampu memotivasi peserta didik. Siklus III semakin meningkat sebesar 21 peserta didik (75%) mampu membaca lancar dengan rata-rata 75,42 yang didukung oleh pengaturan posisi duduk mendorong interaksi dan kerja sama, serta penyisipan permainan yang membuat suasana belajar lebih menarik dan memotivasi keterlibatan peserta didik. Hal tersebut membuktikan keberhasilan penggunaan metode shared reading dalam meningkatkan kemampuan membaca lancar peserta didik kelas III SDN Wirolegi 02 Jember. Saran yang dapat diberikan yakni guru hendaknya terus mengembangkan pembelajaran dengan metode shared reading melalui berbagai inovasi agar proses belajar lebih menarik dan tidak menimbulkan kejenuhan. Bagi pihak sekolah, diharapkan menjadikan hasil penelitian sebagai bahan evaluasi untuk membudayakan kegiatan membaca, misalnya dengan menyediakan pojok baca di kelas. Peserta didik juga disarankan untuk meningkatkan motivasi belajar dengan bersikap aktif, antusias dan memperhatikan penjelasan guru selama pembelajaran. Bagi orang tua, hendaknya turut mendampingi dan memantau aktivitas belajar anak di rumah terutama dalam kegiatan membaca, serta bagi peneliti lain dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi untuk mengembangkan kajian serupa menggunakan metode shared reading.

Description

Reupload Repositori File 19 Februari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By