Analisis Biaya Pengadaan Bahan Baku Dengan Penerapan Lot Sizing Pada Metode Material Requirement Planning
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
PT Putra Jaya Nanas adalah perusahaan minuman kemasan sari nanas
dengan merek “Segarrr”. Peminat produk ini tersebar di wilayah Karisidenan Kediri
dan sekitarnya. Permintaan dari produk cenderung fluktuatif. Permintaan dapat
meningkat pada hari besar keagamaan atau hari besar lainya. Data historis
permintaan memiliki tren dan mengalami peningkatan pada bulan tertentu yang
berpengaruh terhadap kebutuhan bahan baku. Manajemen pengadaan bahan baku
yang masih konvensional dapat menyebabkan kekurangan bahkan kelebihan bahan
baku.
Bahan baku utama dan pendukung untuk pembuatan minuman sari nanas
dibeli dari pemasok. Kurangnya bahan baku dapat menyebabkan perusahaan tidak
dapat memuhi permintaan pelanggan. Permintaan yang tidak terpenuhi dapat
menyebabkan konsumen yang berpindah ke produk sejenis lainnya. Kelebihan
bahan baku menyebabkan produksi berlebih dan meningkatkan biaya
penyimpanan. Masalah terkait persediaan bahan baku dapat diselesaikan dengan
manajemen pengadaan bahan baku menggunakan metode Material Requirement
Planning (MRP).
Material Requirement Planning adalah pengadaaan bahan baku yang terdiri
dari penyusunan Master Production Schedule, penyusunan struktur produk dan Bill
of Material (BOM), menghitung biaya pengadaan bahan baku dengan teknik Lot
for Lot (LFL), Periodic Order Quantity (POQ), dan Wagner Within Algorithm
(WWA), dan menentukan pengadaan bahan baku dengan Material Requirement
Planning (MRP) teknik lot sizing berbiaya minimum.
MPS disusun pada rentang April 2024 hingga Maret 2025 dengan jumlah
produk yang dapat diproduksi adalah 60.320; 28.402; 5.179; 4.198; 5.944; 9.791;
10.686; 27.078; 19.268; 61.452; 99.898 dan 140.928 karton. Struktur produk dari minuman nanas pada level 0 adalah minuman sari nanas (A), level 1 terdapat cup
(B) dan karton (C), level 2 terdapat sari nanas (D) dan level 3 terdapat nanas (E)
dan gula (F). Sedangkan Bills of material adalah dalam satu karton terdapat 32 cup
dengan ukuran 120 ml. Dalam pembuatan satu karton minuman sari nanas
membutuhkan bahan baku nanas sekitar 185 gram dan gula sekitar 252 gram. Hasil
perhitungan biaya pengadaan bahan baku dengan LFL adalah Rp4.548.257, POQ
adalah Rp4.491.846, dan WWA adalah Rp4.338.649. Teknik lot sizing yang
memiliki biaya minimum adalah WWA dengan biaya sebesar Rp.4.346.525.
Rekomendasi yang bisa digunakan pada PT Putra Jaya Nanas adalah
menggunakan metode MRP teknik Wagner Within Algorithm untuk melakukan
pengadaan bahan baku karena dapat meminumkan biaya pengadaan bahan baku.
Description
Reaploud Repository February_agus
