Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Melalui Model Problem Based Learning (Studi Kasus Kelas XI AKL SMK Negeri 1 Bondowoso pada Mata Pelajaran Akuntansi Materi Kas Bank)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Kemampuan berpikir analitis menjadi salah satu elemen dalam kemampuan
berpikir kritis yang perlu untuk dimiliki oleh siswa di abad 21. Kemampuan berpikir
analitis ini meliputi kemampuan untuk membedakan bagian yang penting dan
relevan, mengorganisasikan atau mengidentifikasi elemen-elemen yang
berhubungan, serta memberikan atribut guna menentukan kesimpulan, pendapat
atau alasan dari hasil penyelesaian masalah yang diberikan. Kemampuan berpikir
analitis ini ditunjukkan oleh siswa dengan menjabarkan dan mengidentifikasi
permasalahan serta memberikan pendapat atau sudut pandang dalam bentuk
kesimpulan. Kemampuan berpikir analitis pada siswa sangat penting untuk
dikembangkan dalam pembelajaran agar siswa terlatih dalam menyelesaikan
permasalahan yang terdapat pada soal yang diberikan.
Mata pelajaran akuntansi khususnya pada materi kas bank memerlukan
kemampuan berpikir analitis dalam menyelesaikan permasalahan. Hal ini
dikarenakan dalam materi tersebut siswa perlu menganalisis bukti transaksi kas
bank dan kas perusahaan untuk mengetahui berbagai faktor yang menjadi penyebab
perbedaan pencatatan saldo kas pada buku besar perusahaan sebelum akhirnya
melakukan pencatatan rekonsiliasi bank dan jurnal setelah rekonsiliasi bank. Oleh
sebab itu, dalam materi kas bank ini pendidik perlu mendorong kemampuan
berpikir analitis siswa agar lebih optimal. Tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan berpikir analitis siswa melalui
model problem based learning (studi kasus kelas XI AKL SMK Negeri 1
Bondowoso pada mata pelajaran akuntansi materi kas bank).Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk menganalisis
kemampuan berpikir analitis melalui model problem based learning pada siswa
kelas XI AKL SMK Negeri 1 Bondowoso mata pelajaran akuntansi materi kas
bank. Penentuan populasi dan subjek penelitian menggunakan teknik purposive.
Data diperoleh melalui metode tes, wawancara, observasi, dan dokumen. Metode
analisis data menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dari keseluuhan indikator
kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI AKL2 SMK Negeri 1 Bondowoso
sebesar 79% dan termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini dapat dilihat melalui
beberapa komponennya, antara lain kemampuan membedakan yang memperoleh
nilai sebesar 89% yang temasuk dalam kategori tinggi, kemampuan
mengorganisasikan yang memperoleh nilai persentase sebesar 80% yang juga
termasuk dalam kategori tinggi, serta kemampuan mengatribusikan yang
memperoleh nilai sebesar 67% yang termasuk kategori sedang.
Kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI AKL 2 SMK Negeri 1
Bondowoso secara keseluruhan termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini disebabkan
karena pendidik menerapkan model pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran
yaitu model problem based learning. Model problem based learning membuat
siswa memiliki kemampuan berpikir analitis dalam proses pembelajaran, hal ini
disebabkan karena model problem based learing memberikan permasalahan yang
ada di lingkungan sekitar sehingga mendorong siswa untuk mengeksplor berbagai
kemungkinan jawaban dari permasalahan yang diberikan dengan cara
mengumpulkan informasi yang relevan untuk mencari solusi dan menarik
kesimpulan.
Description
Reupload file repository 3 Februari 2026_Arif/Halima
