Nilai Ketakteraturan Total-H pada Hasil Operasi Shakel Beberapa Graf Khusus

dc.contributor.authorTuhfatul Mazidah
dc.date.accessioned2026-06-18T09:10:53Z
dc.date.issued2017-06-02
dc.descriptionFinalisasi_Maya_16 Juni 2026
dc.description.abstractPelabelan Graf merupakan salah satu kajian dalam teori graf. Salah satu jenis pelabelan graf adalah pelabelan total irregular. Pelabelan total irregular merupakan suatu pemetaan bijektif yang memetakan himpunan titik (vertex) dan himpunan sisi (edge) pada suatu himpunan bilangan bulat positif. Salah satu jenis pelabelan total irregular yaitu pelabelan total-H irregular. Pelabelan total-H irregular merupakan pemetaan himpunan titik dan himpunan sisi pada himpunan bilangan bulat positif {1,2,3,..., k} sedemikian hingga bobot setiap subgrafnya berbeda. Nilai minimum k pada pelabelan total-H irregular disebut dengan nilai ketakteraturan total-H atau total-H irregularity strength (tHs). Pelabelan total-H irregular pada suatu graf G didefinisikan sebagai f : V (G) ∪ E(G) → {1,2,3,...,k} jika untuk setiap subgraf H ⊆ Gmaka bobot total H yaitu W(H) = Σv∈V(H)f(V) + Σe∈E(H)f(e) adalah berbeda. Pada penelitian hasil operasi shakel. ini menggunakan beberapa graf khusus Graf yang digunakan pada penelitian ini yaitu; shack(W4,e,m),shack(SJ2,e,m),shack(Wd23,e,m),shack(BT3,e,m),shack(BT2, e, m),shacksubgraf(W6,C4,m), dan shacksubgraf(F61,C4,m). Penelitian ini menggunakan metode deduktif aksiomatik dan pendektesian pola. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan nilai tHs (total-H irregularity strength) dari bebrapa graf khusus hasil operasi shakel. Pada penelitian ini dihasilkan 7 teorema baru, yaitu : Teorema 4.1 Misalkan G = shack(W4), dan H adalah subgraf G dengan H ∼ = C3, maka tHs(Shack(W4,e,m)) = 4n+16 Teorema 4.2 Misalkan G = shack(SJ2,e,m) dan H adalah subgraf G dengan H ∼ = C4, maka tHs(Shack(SJ2,e,m)) = n+68 Teorema 4.3 Misalkan G adalah shakel dari graf Wd2 3, dan subgraf dari graf G adalah C3, maka tHs(Shack(Wd2 3,e,m)) = 2n+36 Teorema 4.4 Misalkan G adalah shakel dari graf BT3, dan subgraf dari graf G adalah C3, maka tHs(Shack(BT3,e,m)) = 3n+26 Teorema 4.5 Misalkan G adalah shakel dari graf BT2, dan subgraf dari graf G adalah C3, maka tHs(Shack(BT2,e,m)) = 2n+36 Teorema 4.6 Misalkan G adalah shakel subgraf dari graf W6 dimana subgraf sebagai penghubung pada operasi shakelnya adalah C4, dan subgraf dari graf G adalah C3, maka tHs(Shack subgraf(W6,C4,m)) = 4n+36 Teorema 4.7 Misalkan G adalah shakel subgraf dari graf F6 1 dimana subgraf sebagai penghubung pada operasi shakelnya adalah C4, dan subgraf dari graf G adalah C3, maka tHs(Shack subgraf(F6 1,C4,m)) = 3n+
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Ika Hesti Agustin, S.Si., M.Si Dosen Pembimbing Anggota: Prof. Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9510
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dc.subjectOperasi Shakel
dc.titleNilai Ketakteraturan Total-H pada Hasil Operasi Shakel Beberapa Graf Khusus
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Tuhfatul Mazidah.pdf
Size:
607.12 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: