Dukungan Sosial Istri Terhadap Suami Akseptor Medis Operasi Pria (MOP) Studi Kasus di Pusat Layanan Keluarga Sejahtera Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehetan Masyarakat
Abstract
Medis Operasi Pria (MOP) merupakan metode kontrasepsi pada pria yang
efektif dan tergolong ke dalam metode kontrasepsi jangka panjang. MOP memiliki
tingkat keberhasilan untuk mencegah kehamilan sebesar 99.9% tetapi hal tersebut
tidak mampu meningkatkan daya tarik pria untuk melakukan MOP sebagai pilihan
dalam ber-KB. Jumlah pengguna MOP dapat dilihat dari laporan data lapangan
(Radalgram) BKKBN tahun 2022 bahwa persentase pengguna MOP hanya
sebanyak 0.24% pengguna sedangkan untuk kondom yang telah mencapai 2.33%
pengguna sehingga dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah pengguna MOP
secara nasional lebih rendah dibandingkan dengan kondom. Rendahnya
penggunaan MOP dapat diatasi dengan strategi promosi kesehatan melalui
dukungan sosial, terutama apabila dukungan tersebut diberikan oleh istri yang
memiliki hubungan secara signifikan terhadap keputusan suami untuk melakukan
tindakan MOP dan dukungan yang diberikan istri tersebut akan menjadi faktor
penguat (reinforcing factor) dalam keputusan suami melakukan tindakan MOP.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dukungan sosial istri terhadap suami
akseptor MOP di Pusyan Gatra Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Penelitian dilaksanakan di Pusat Layanan Keluarga Sejahtera (Pusyan Gatra)
Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dengan lima informan utama yaitu istri
akseptor MOP dan lima informan tambahan yaitu akseptor MOP di Pusyan Gatra.
Teknik pemilihan informan utama menggunakan teknik purposive dengan teknik
pengambilan data menggunakan wawancara mendalam. Triangulasi yang
digunakan pada penelitian ini yaitu triangulasi sumber. Penelitian ini menggunakan
teknik analisis thematic analysis dengan aktivitas analisis data menggunakan model
Miles and Huberman.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar pembuat keputusan
melakukan tindakan MOP pertama kali adalah suami dan hanya satu informan yang
menyatakan inisiatif melakukan tindakan MOP berasal dari istri. Keputusan
melakukan tindakan MOP didasarkan oleh beberapa faktor mulai dari faktor
kesehatan, faktor usia, faktor biaya, dan jenis kelamin anak. Keputusan melakukan
tindakan MOP memiliki rentang waktu yang berbeda antar informan karena adanya
proses diskusi, pengumpulan informasi, pemenuhan syarat tindakan, dan waktu
pendaftaran. Seluruh informan menyatakan bahwa sumber dukungan sosial hanya
berasal dari istri dengan alasan keputusan melakukan tindakan MOP merupakan
permasalahan keluarga yang tidak perlu diceritakan ke orang lain dan merasa malu
karena suami yang melakukan KB bukan istri. Dukungan sosial yang diberikan istri
terbagi menjadi empat yaitu dukungan informatif, emosional, penghargaan, dan
instrumental dengan cara pemberian dukungan yang berbeda-beda. Bentuk
dukungan informatif yang diberikan yaitu dalam bentuk membantu mencari
informasi mengenai biaya tindakan MOP, dukungan emosional yang diberikan
seperti membantu menenangkan pasangan, dan terbuka dengan pasangan.
Dukungan penghargaan yang diberikan seperti memberikan motivasi dan
memberikan persetujuan dengan mempertimbangkan perasaan akseptor, kemudian
pada bentuk dukungan instrumental seperti membantu memeriksa kondisi akseptor,
mengantarkan dan mengemudikan mobil.
Saran yang dapat diberikan, yakni untuk Pusyan Gatra dan BKKBN Provinsi
Jawa Timur yaitu diharapkan untuk membentuk program dengan sasaran istri yang
dapat membantu meningkatkan daya tarik pria untuk melakukan tindakan MOP
sebagai pilihan dalam ber-KB dan bagi Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur
diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dengan kader, tokoh masyarakat,
maupun fasilitas kesehatan sehingga mampu meningkatkan daya tarik pria untuk
melakukan tindakan MOP.
Description
Reupload File Repositori 20 Februari 2026_Teddy/Hendra
