Sikap Bahasa Masyarakat Etnik Mandar di Kampung Mandar Kabupaten Banyuwangi: Kajian Sosiolinguistik
| dc.contributor.author | Puspa Wahyu Kartikasari | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-19T01:55:00Z | |
| dc.date.issued | 2024-05-14 | |
| dc.description | Reupload file repository 19 februari 2026_agus/feren | |
| dc.description.abstract | Bahasa Mandar merupakan bahasa cabang Melayu-Polinesia dari rumpun bahasa Austronesia yang digunakan oleh masyarakat etnik Mandar di Provinsi Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Polewali Mandar, Kabupaten Majene, dan Kabupaten Mamuju. Dalam sejarahnya, masyarakat etnik Mandar telah melakukan migrasi hingga akhirnya mereka menyebar ke berbagai daerah di tanah air, salah satunya mereka tinggal di Kampung Mandar Kabupaten Banyuwangi. Bahasa Mandar yang mereka gunakan di Kampung Mandar sedikit demi sedikit telah mengalami perbedaan dengan bahasa aslinya yang dituturkan di Sulawesi Barat tersebut sehingga mereka menyebut bahasa daerahnya dengan nama bahasa Mandaran. Di kampung Mandar, mereka tidak hanya menggunakan bahasa Mandaran sebagai bahasa ibu, tetapi juga saling kontak bahasa dengan beberapa bahasa yang digunakan oleh masyarakat setempat, seperti bahasa Madura, bahasa Jawa, dan bahasa Indonesia. Situasi multilingual ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana masyarakat etnik Mandar memandang dan menggunakan bahasa-bahasa tersebut. Hal ini menciptakan rasa ingin tahu mengenai kebanggaan mereka terhadap bahasa ibu mereka dan pentingnya penguasaan bahasa kedua. Berdasarkan penjabaran tersebut di atas, tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan sikap bahasa masyarakat etnik Mandar terhadap bahasa Mandaran, bahasa Madura, bahasa Jawa, dan bahasa Indonesia; serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi sikap bahasa masyarakat etnik Mandar tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan empat metode utama, yaitu observasi, penggunaan kuesioner, serta wawancara terbuka dan tertutup. Metode analisis data yang digunakan ialah metode analisis kualitatif. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan ialah metode informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap bahasa masyarakat etnik Mandar di Kampung Mandar Banyuwangi pada aspek kognitif, afektif, dan konatif menunjukkan preferensi yang tinggi terhadap bahasa Mandaran dan bahasa Indonesia. Adapun terhadap dua bahasa daerah lainnya yaitu bahasa Madura dan bahasa Jawa, masyarakat etnik Mandar menunjukkan sikap bahasa dengan preferensi yang rendah. Sikap bahasa masyarakat etnik Mandar di kampung Mandar Banyuwangi berbeda berdasarkan faktor usia. Bagi mereka yang berusia kurang dari 50 tahun, sikap terhadap bahasa Mandaran, Madura, Jawa, dan Indonesia menunjukkan variasi, tetapi secara umum menunjukkan peningkatan sikap positif dengan pertambahan usia. Misalnya, dalam aspek kognitif, sikap terhadap bahasa Mandaran meningkat dari 91,6% menjadi 93,3% saat usia di atas 50 tahun, sementara sikap terhadap bahasa Madura naik dari 53,89% menjadi 60,56% dalam kelompok usia yang sama. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan sikap bahasa dalam komunitas tersebut terkait dengan faktor usia. Faktor pekerjaan mempengaruhi sikap bahasa masyarakat etnik Mandar di Kampung Mandar Banyuwangi. Kelompok ibu rumah tangga dan nelayan menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap bahasa Mandaran dan bahasa Indonesia dibandingkan dengan kelompok pedagang. Interaksi sosial yang lebih intensif dalam kehidupan sehari-hari membuat kedua kelompok tersebut (ibu rumah tangga dan nelayan) memiliki sikap yang lebih baik terhadap bahasa Mandar dan bahasa Indonesia. Selain itu, terlihat bahwa sikap kelompok ibu rumah tangga terhadap bahasa Indonesia lebih tinggi daripada kelompok nelayan. Hal itu disebabkan oleh fokus yang lebih besar pada pendidikan anak dalam lingkungan rumah tangga. Meskipun sikap terhadap bahasa Madura dan Jawa umumnya lebih rendah, kelompok ibu rumah tangga masih menunjukkan sikap yang lebih baik terhadap kedua bahasa tersebut dibandingkan dengan kelompok pedagang dan nelayan. Hal itu disebabkan oleh interaksi yang lebih sering dengan etnik Madura dan Jawa dalam ranah ketetanggaan. Di samping itu, faktor identitas etnik juga memengaruhi masyarakat etnik Mandar untuk menggunakan bahasa Mandar sebagai bahasa daerah mereka. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Agus Sariono, M.Hum., DPA: Dr. Agustina Dewi Setyari, S.S., M.Hum., | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3618 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | Sosiolinguistik | |
| dc.subject | Etnik Mandar | |
| dc.title | Sikap Bahasa Masyarakat Etnik Mandar di Kampung Mandar Kabupaten Banyuwangi: Kajian Sosiolinguistik | |
| dc.type | Other |
