Hubungan antara Persen Lemak Tubuh dan Kebiasaan Sarapan dengan Kejadian Prediabetes pada Siswa SMK PGRI 1 Gresik
| dc.contributor.author | Imas Sa'idatul Anwari | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-16T04:15:44Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-07 | |
| dc.description | :: Finalisasi file repositori 16 Juli 2026_Kurnadi | |
| dc.description.abstract | Prediabetes merupakan kondisi peningkatan kadar gula darah, namun belum dapat dikategorikan sebagai Diabetes Melitus (DM). Prevalensi prediabetes terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pada kelompok remaja. Gaya hidup remaja saat ini cenderung mengarah pada faktor risiko yang bisa memicu terjadinya prediabetes. Peningkatan persen lemak tubuh dapat berakibat pada kondisi resistensi insulin sehingga kerja insulin terganggu dan menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Selain itu, remaja saat ini cenderung memiliki kebiasaan melewatkan sarapan yang dapat berdampak pada gangguan metabolisme gula darah sehingga juga berakibat pada peningkatan risiko terjadinya prediabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persen lemak tubuh dan kebiasaan sarapan dengan kejadian prediabetes pada siswa SMK PGRI 1 Gresik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 siswa dengan metode pengambilan sampel stratified random sampling. Data persen lemak tubuh didapatkan melalui pengukuran menggunakan Bio Impedance Analyzer (BIA), data kebiasaan sarapan didapatkan melalui kuesioner yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya, serta data kejadian prediabetes didapatkan melalui pengukuran kadar gula darah menggunakan glukometer. Data yang didapatkan dalam penelitian ini dilakukan analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan dan kekuatan hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki dan berusia 16 tahun. Hampir setengah dari seluruh responden memiliki persen lemak tubuh dengan kategori di atas normal dan mayoritasnya berjenis kelamin perempuan. Perempuan memiliki hormon esterogen lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Hormon tersebut berperan dalam meningkatkan aktivasi enzim lipoprotein lipase pada jaringan lemak yang berfungsi membantu penyimpanan trigliserida sehingga risiko penumpukan lemak tubuh lebih tinggi. Kebiasaan sarapan mayoritas responden pada penelitian ini termasuk dalam kategori cukup yang disebabkan meskipun makanan untuk sarapan sudah tersedia diumah, responden memilih untuk tidak mengonsumsi sarapan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara persen lemak tubuh dan kebiasaan sarapan dengan kejadian prediabetes pada siswa SMK PGRI 1 Gresik. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan program kesehatan terkait prediabetes, seperti penyediaan pemeriksaan kadar gula darah oleh dinas kesehatan dan program edukasi kepada siswa untuk meningkatkan penerapan pola hidup sehat. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Ruli Bahyu Antika, S.KM., M.Gizi. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11402 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Persen Lemak Tubuh | |
| dc.subject | Kebiasaan Sarapan | |
| dc.subject | Prediabetes | |
| dc.title | Hubungan antara Persen Lemak Tubuh dan Kebiasaan Sarapan dengan Kejadian Prediabetes pada Siswa SMK PGRI 1 Gresik | |
| dc.type | Other |
