Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Ponorogo Tahun 1959-2026

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Cikal bakal berdirinya GKJW Jemaat Ponorogo dimulai saat datangnya 8 keluarga yaitu Keluarga Kristen Soedojo yang datang pada tahun 1921. Selanjutnya datang keluarga Soetompo, keluarga Trinyoto, Keluarga Hutagalung (1948), Keluarga Soedir Reksosoedarmo (GKJ, 1947), Keluarga Soerojo (GKJ, 1948), Keluarga Soedarman (1948), dan Keluarga Sitompul (HKBP). Mereka membentuk GKJW Marenco Ponorogo. Pada Agustus 1952 Peladen Padinan Majelis Agung GKJW mengirim Pendeta Noetrijo untuk melayani warga Marenco Ponorogo. Warga Marenco Ponorogo semakin bertambah dan bertumbuh. Hal tersebut terjadi karena semakin banyak pendatang. Adapula yang masuk Kristen karena saudaranya. Pada tahun 1952 ini status Marenco meningkat menjadi GKJW Pepanthan Ponorogo yang merupakan bagian dari GKJW Pasamuwan Ngulug (sekarang GKJW Jemaat Trenceng). Hal ini terjadi karena jumlah warganya sudah 12 KK. Ini sudah memenuhi syarat untuk naik sebagai pepanthan karena syarat pepanthan adalah lebih dari 10 dan kurang dari 50. Pada tanggal 3 April 1959 GKJW Pepanthan Ponorogo ditetapkan menjadi GKJW Pasamuwan Ponorogo. Pengajuan usulan agar GKJW tersebut diangkat menjadi pasamuwan dilakukan oleh GKJW Pasamuwan Ngulug ke Majelis Agung. Latar belakang adanya pengusulan tersebut karena warga GKJW Pepanthan Ponorogo semakin bertambah jumlahnya. GKJW ini ditetapkan menjadi GKJW Pasamuwan Ponorogo dalam sidang Majelis Agung bertempat di Ponorogo pada tanggal 31 Maret sampai dengan 3 April 1959 di Majelis Daerah Madiun Kediri yang bertempat di Ponorogo. Ini tidak terlepas karena adanya jumlah jemaat yang terdiri dari lebih 50 KK.

Description

Validasi dan Finalisasi Repositori File 29 Juli 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By