Pemetaan Faktor Resiko Stunting di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan Geographically Weighted Regression (GWR)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Stunting merupakan salah satu masalah yang sedang dihadapi di dunia, lebih khususnya pada negara-negara miskin dan negara berkembang (Unicef, 2013). Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak berusia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi secara berulang. Stunting dapat terlihat dari kondisi tinggi badan anak berada di bawah rata-rata standar pada anak seusianya. Indonesia dapat dikatakan negara dengan angka prevalensi stunting yang cukup tinggi. Pada tahun 2021, Studi Status Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan angka prevelensi stunting sebesar 24,4%. Pada publikasi Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi dengan angka stunting tertinggi pada tahun 2021, masing-masing berada pada posisi pertama dan keempat. Perbedaan kondisi, potensi, dan permasalahan pada masingmassing daerah mempengaruhi terjadinya kasus stunting yang terjadi. Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan metode Geographically Weighted Regression (GWR) untuk memodelkan tingkat stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat tahun 2021 beserta faktor yang diduga berpengaruh. Berdasar pada hasil penelitian didapat bahwa pemetaan terjadinya stunting di kedua provinsi menunjukkan adanya pengaruh spasial. Pembobot yang digunakan yaitu adaptive bisquare dengan nilai bandwidth optimum 0,78372. GWR memiliki nilai AIC yang lebih kecil dan koefisien determinasi (R2) yang lebih besar dibandingkan dengan model OLS, sehingga disimpulkan bahwa GWR mampu memodelkan tingkat stunting lebih baik.
Description
Reupload file repositori 09 Feb 2026_Maya
