Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proses Produksi Mesin Agroindustri (Studi Kasus di Rumah Produksi SS All-mesin Jember)

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting dalam sektor industri karena dapat mengurangi risiko kecelakaan yang berpengaruh pada peningkatan produktivitas, kualitas produk, reputasi industri serta dapat mengurangi biaya industri berlebih. Ss All-mesin Jember merupakan salah satu rumah produksi berfokus pada pembuatan mesin agroindustri, mulai dari mesin proses pengolahan kakao hulu ke hilir, mesin pengolahan kopi mulai dari hulu ke hilir dan lainnya. Setiap kegiatan proses produksi memiliki potensi kecelakaan kerja yang dapat disebabkan dari kelelahan pekerja dalam proses produksi maupun alat yang digunakan dalam kegiatan tersebut, yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja serta dapat menyebabkan kerugian perusahaan dikarenakan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk tanggung jawab kecelakaan kerja. Proses produksi mesin agroindustri juga berlangsung dengan tidak adanya sertifikasi K3 dan ahli K3 pada rumah produksi Ss All-mesin Jember. Dengan tidak adanya sertifikasi K3 dan ahli K3, proses produksi mesin berlangsung setiap tahunnya yang menimbulkan kecelakaan kerja seperti melukai bagian kaki pekerja yang diakibatkan dari percikan-pencikan api saat melakukan kegiatan pengelasan plat besi karena tidak menggunakan alas kaki yang sesuai dengan SOP. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan penyebab terjadinya kecelakaan kerja serta risiko yang ditimbulkan dari bahaya kerja dan juga melakukan penilaian agar dapat memberikan rekomendasi yang tepat untuk pencegahan kecelakaan kerja yang berpotensi terjadi pada rumah produksi mesin agroindustri. Metode yang akan digunakan pada analisis risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada rumah produksi Ss All-Mesin Jember yaitu Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dan Fishbone diagram. Tahapan analisis risiko yang akan dilakukan pada rumah produksi mesin Ss All-Mesin Jember dengan melakukan studi lapang dan studi literatur. Studi lapang dilakukan dengan melakukan observasi serta wawancara di rumah produksi. Selanjutnya yaitu dengan mengumpulkan data berupa proses produksi mulai dari penyediaan bahan baku hingga proses pengiriman. Tahap selanjutnya yaitu pengolahan data dari hasil observasi dan wawancara dengan melakukan identifikasi bahaya menggunakan metode fishbone diagram. Potensi bahaya yang sudah ditemukan beserta faktor penyebab dan jenis bahayanya akan dilampirkan pada kuesioner HIRARC. Kuesioner tersebut berisi kolom nilai nantinya akan diberikan dan diisi kepada 7 responden dari rumah produksi Ss All-Mesin Jember yang tidak lain adalah para tenaga kerja. Kuesioner yang sudah terisi akan dilakukan analisis risiko dengan cara menghitung rata rata nilai yang di dapat pada setiap potensi bahaya dan dibagi dengan total responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dan penyebab bahaya yang ada di rumah produksi menggunakan Fishbone Diagram, terdapat 18 potensi bahaya pada proses produksi mesin agroindustri yang masing-masing proses mempunyai 2 potensi bahaya kecuali pada proses pengemasan dan pengecekan mesin yang mempunyai 1 potensi bahaya. Terdapat 1 nilai risiko tinggi, 9 risiko sedang dan 8 risiko rendah. Penyebab bahaya berasal dari kurangnya APD di area kerja, metode produksi, manusia yang kurang berhati-hati, bahan produksi serta alat-alat produksi. Berdasarkan analisis risiko K3 pada rumah produksi Ss All-mesin Jember didominasi dengan potensi bahaya yang di sebabkan karena kurangnya APD dan di rekomendasikan untuk melengkapi APD pada area produksi sehingga pekerja dapat melindungi diri dari potensi bahaya pada proses produksi mesin. Selain itu pekerja juga harus meningkatkan kesadaran diri terkait K3 di area produksi dengan cara memberikan penyuluhan tentang K3 bagi pekerja. Pada potensi bahaya kelelahan mata dan nyeri punggung atau leher, diharapkan rumah produksi dapat menyediakan meja dan kursi yang sesuai, aman dan nyaman bagi tenaga kerja.

Description

Reupload FIle Repositori 9 Februari 2026_Rudy K/Lia

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By