Konsep Hexa-Helix dalam Pengembangan Desa Wisata Pesisir Tangguh Bencana di Desa Puger Kulon Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Christopher Alvandio | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-11T01:03:43Z | |
| dc.date.issued | 2025-01-07 | |
| dc.description | Reupload file repositori 21 Mei 2026_Maya Validasi dan Finalisasi Repositori File 11 Juni 2026_Kholif Basri | |
| dc.description.abstract | Wilayah pesisir Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata, namun pada saat yang sama juga memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam, khususnya tsunami. Kabupaten Jember sebagai bagian dari pesisir selatan Jawa Timur termasuk wilayah dengan risiko tsunami tinggi, berdasarkan kondisi geologis dan sejarah kejadian bencana. Desa Wisata Puger Kulon merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki potensi wisata bahari unggulan, seperti Pantai Pancer, Pantai Cemoro Sewu, serta aktivitas perikanan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. Di sisi lain, pengembangan pariwisata di wilayah ini dihadapkan pada tantangan keselamatan, kesiapsiagaan bencana, serta perlunya integrasi antar pemangku kepentingan. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan daya tarik dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek ketangguhan terhadap bencana secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengembangan pariwisata di Desa Wisata Puger Kulon berdasarkan komponen pariwisata terintegrasi, berkelanjutan, dan tangguh bencana, serta mengidentifikasi peran dan keterkaitan pemangku kepentingan dalam konsep Hexa-Helix. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan merumuskan strategi pengembangan desa wisata pesisir tangguh bencana yang dapat diterapkan secara kolaboratif oleh seluruh stakeholder terkait, yaitu akademisi, pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, media, dan sektor kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan stakeholder kunci, serta pengumpulan data sekunder dari dokumen perencanaan dan kebijakan terkait. Analisis dilakukan menggunakan beberapa tahapan, yaitu analisis kondisi pengembangan pariwisata, penilaian Desa Tangguh Bencana, analisis Delphi untuk memperoleh kesepakatan indikator pengembangan desa wisata pesisir tangguh bencana, serta analisis triangulasi sumber untuk merumuskan strategi pengembangan berdasarkan konsep Hexa Helix. | |
| dc.description.sponsorship | DPU : Ir. Rindang Alfiah, S.T., M.T. | |
| dc.identifier.other | Maya | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8658 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Pariwisata | |
| dc.title | Konsep Hexa-Helix dalam Pengembangan Desa Wisata Pesisir Tangguh Bencana di Desa Puger Kulon Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
