Kapasitas Sumber Daya Manusia Kader Posyandu Dalam Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting (Studi dI Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas ilmu sosial dan politik
Abstract
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan dan menganalisis Kapasitas Sumber Daya Manusia Kader
Posyandu dalam Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting (Studi di Desa
Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember). Di wilayah Jawa Timur
pada Tahun 2020, Kabupaten Jember menempati posisi pertama sebagai
penyumbang stunting terbanyak dari total 155.127 Balita sebanyak 21.434 Balita
mengalami masalah stunting (Dinkes Jatim, 2020: 202). Desa Dukuhmencek
mengalami lonjakan balita stunting pada Bulan Mei Tahun 2021 terdapat 57 Balita
Stunting. Sehingga dengan lonjakan yang cukup tinggi ini Desa Dukuhmencek
mendapat sorotan dan dikunjungi oleh Pemerintah Kabupaten Jember pada Tanggal
8 Juni 2021. Berdasarkan observasi awal, lonjakan angka Stunting di Desa
Dukuhmencek disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan Kader
Posyandu dalam memahami teknik pengukuran yang benar, baik secara teori
maupun praktik dalam deteksi dini stunting.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif
yang dianalisis menggunakan 5 variabel lembaga yang di kemukakan oleh Joseph
W. Eaton diantaranya adalah struktur intern, kepemimpinan, doktrin, program,
sumber-sumber daya. Kedua untuk menganalisis lebih dalam terkait sumber
sumber daya khususnya pada bagian sumber daya manusia maka digunakan 3
variabel kapasitas sumber daya manusia yang dikemukakan oleh Kamariah
diantaranya adalah pengetahuan, keterampilan, dan etika. Data yang digunakan
untuk memperoleh data primer berasal dari observasi dan wawancara. Kemudian
untuk data sekunder diperoleh melalui studi dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanan penanganan stunting di
Desa Dukuhmencek terbagi menjadi dua, yaitu dari puskesmas yang menyediakan
obat-obatan dalam pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita, penyediaan tenagakesehatan (bidan, ahli gizi, promosi kesehatan), fasilitasi rujukan, dan PMT bagi
ibu hamil dan balita berisiko. Kedua dari pemerintah desa melalui LKD yaitu kader
kesehatan yang diambil dari kader posyandu. Variabel Strutkur Intern, Desa
Dukuhmencek telah memiliki struktur legal dalam menangani stunting yang
disahkan melalui Keputusan Kepala Desa, namun faktanya struktur tersebut hanya
sebatas formalitas untuk diajukan ke kecamatan, sedangkan pihak yang terlibat
bukan orang yang ada dalam struktur tersebut, meski demikian pelaksanaan upaya
penanganan stunting tetap berjalan. Variabel Kepemimpinan, kegiatan yang telah
dilakukan, tim yang dibentuk dan dana yang diberikan menunjukkan bahwa
Pemerintah Desa Dukuhmencek menunjukkan komitmennya dalam penanganan
stunting. Variabel Dokrin, Pemerintah Desa Dukuhmencek menunjukkan
komitmennya melalui pembentukan tim penanganan stunting yang berasal dari
kader posyandu, program kegiatan yang dilaksanakan juga sesuai dengan intervensi
gizi sensitif dan spesifik. Pelibatan kader posyandu sudah dinilai tepat karena
sebagian besar deteksi dini stunting dan pelaksanaan kegiatan upaya stunting
dilaksanakan pada pelayanan posyandu.
Variabel Program, kegiatan yang terealisasi hingga saat ini seperti posyandu
bulanan, kelas ibu hamil, kelas ayah, kelas balita, pemberian pmt dan lainnya rutin
dilakukan dalam penanganan stunting. Variabel sumber-sumber daya, penanganan
stunting sebagian besar dananya bersumber dari dana desa. Alat kesehatan dalam
deteksi dini stunting tiap posyandu cukup memadai, namun tempat posyandu dinilai
masih kurang hanya terdapat 1 posyandu yang memiliki tempat sendiri, 1 posyandu
menempati sekolah TK, dan 7 posyandu menempati rumah kader. Tenaga kader
kesehatan cukup memadai disetiap posyandu terdapat 5 kader. Dalam
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dilakukan refreshing kader
yang membahas mengenai pelayanan di posyandu secara administratif dan teknik
pelaksanaan, namun masih ada saja kader yang melakukan kesalahan dalam praktik
deteksi dini stunting yang berakibat pada salahnya informasi tumbuh kembang
anak. Sebagian besar kader posyandu hanya memiliki pengetahuan sebatas
pelayanan pada posyandu, karena untuk pelatihan lain diluar refreshing kader yang
dikirim hanya kader tertentu saja.
Description
Reupload fiel repository 12 februari 2026_agus/feren
