Toksisitas Ekstrak Daun Talas (Colocasia esculenta) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti serta Pemanfaatannya sebagai Buku Referensi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Deman Berdarah Dengue (DBD) merupakan sebuah penyakit yang berhubungan kesehatan lingkungan karena virus tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) penderitanya semakin meningkat dan penyebarannya semakin luas dari tahun ke tahun. Kabupaten Jember masih dikategorikan sebagai daerah endemis DBD di Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2019 jumlah kasus DBD mencapai 998 kasus. Indonesia sendiri penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) pertama kali dilaporkan pada tahun 1968 di daerah Surabaya dengan jumlah penderita 58 orang dengan angka kematian 24 orang (41,3%). Wilayah dengan jumlah kasus tertinggi DBD di Kabupaten Jember adalah wilayah kerja Puskesmas Sabrang, Sumbersari, Mangli, dan juga Wuluhan. Wilayah tersebut merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan dan mobilitas penduduk yang cukup tinggi sehingga memudahkan persebaran penyakit DBD di masyarakat.
Pengendalian yang sering dilakukan adalah menggunakan insektisida sintetik karena dianggap efektif, praktis, dan dilihat dari segi ekonomi insektisida ini lebih menguntungkan. Insektisida rumah tangga berbahan kimia yang digunakan dapat menimbulkan residu yang akan tertinggal dipermukaan tempat penyemprotan dan residu tersebut menyebabkan efek toksik akut pada system pencernaan, pernapasan, saraf dan endokrin serta beberapa penyakit berat pada orang yang terpapar. Sehingga WHO menghimbau penggunaan abate diganti dengan insektisida alami karena memiliki sifat yang mudah terurai serta ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan manusia.
Beberapa jenis tumbuhan yang memiliki potensi sebagai larvasida alami adalah tumbuhan talas (Colocasia esculenta). Berbagai hasil penelitian tentang tanaman talas , menunjukkan bahwa duan talas (Colocasia esculenta) mengandung senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang bersifat sebagai larvasida. Senyawa saponin dan alkaloid memiliki cara kerja sebagai racun perut pada larva sedangkan senyawa flavonoid bekerja sebagai racun pernapasan dan sistem saraf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya toksisitas (LC50) ekstrak daun talas (Colocasia esculenta) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dalam waktu dedah 24 jam.
Penelitian dilakukan di Sub Laboratorium Toksikologi Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Jember. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan Juli hingga Januari 2024. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan uji pendahuluan dan uji akhir. Uji pendahuluan bertujuan untuk mendapatkan serial konsentrasi untuk uji akhir. Serial konsentrasi yang didapatkan berdasarkan uji pendahuluan adalah 200 ppm, 900 ppm, 1600 ppm, 2300 ppm, 3000 ppm, dan 3700 ppm. Setiap perlakuan menggunakan 20 ekor larva nyamuk Aedes aegypti yang dimasukkan ke dalam 100 ml larutan serial konsentrasi dan kontrol dengan 4 kali pengulangan kemudian diamati dalam waktu dedah 24 jam. Penentuan LC50 dilakukan dengan analisis probit menggunakan Software SPSS for Windows Versi 16.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC5 dan LC95 ekstrak daun talas (Colocasia esculenta) 200 ppm dan 3700 ppm. Sedangkan nilai LC50 nya adalah 1083,505 ppm dengan batas bawah 787,554 ppm dan batas atas 1319,508 ppm. Penelitian yang telah dilakukan, dituangkan dalam produk buku referensi untuk disebar luaskan pada masyarakat. Uji validasi buku referensi dilakukan oleh 2 dosen sebagai ahli materi dan ahli media serta 1 mahasiswa untuk menguji kelayakan produk dengan hasil validasi sebesar 85,9%.
Kesimpulan penelitian yang telah dilakukan adalah ekstrak daun talas (Colocasia esculenta) bersifat toksik tingkat sedang terhadap larva nyamuk Aedes aegypti karena nilai LC > 1000 ppm, dan buku referensi yang telah disusun dinyatakan layak untuk dijadikan bahan bacaan masyarakat. Saran dalam penelitian yang telah dilakukan adalah menganalisis senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak dan melakukan uji kandungan fitokimia pada ekstrak.
Description
REupload File REpositori 18 Februari 2026_Yudi/Rega
