Implementasi Buerger Allen dan Rendam Kaki Air Hangat Pasien Diabetes Melitus dengan Ketidakstabilan Glukosa Darah di RSUD dr. Haryoto Lumajang
| dc.contributor.author | Vera Erni Widayati | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-20T03:06:30Z | |
| dc.date.issued | 2026-05-22 | |
| dc.description | approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Diabetes melitus (DM) merupakan peningkatan kadar glukosa darah karena produksi hormon insulin tidak mencukupi. Gejala yang sering terjadi adalah kelelahan dan kadar glukosa dalam darah tinggi sehingga menyebabkan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Intervensi yang bisa digunakan untuk menstabilkan kadar glukosa darah adalah edukasi latihan fisik dengan kombinasi buerger allen dan rendam kaki air hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi buerger allen dan rendam kaki air hangat pada pasien DM dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan yaitu Tn. S yang dirawat di Ruang Kenanga RSUD dr. Haryoto dengan diagnosis DM, usia 43 tahun, GDA 200-300 mg/dL, mengalami masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah, kesadaran composmentis dan bersedia menjadi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tn. S memenuhi 100% tanda mayor masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah (hiperglikemia) yaitu mengeluh lelah dan kadar glukosa darah meningkat (GDA 355 mg/dL, HbA1c 12,4%) serta 1 tanda minor yaitu mengeluh pusing. Implementasi yang diterapkan adalah buerger allen dan rendam kaki air hangat yang dilakukan selama 4 hari, dua kali sehari, dengan durasi buerger allen 15 menit dan jeda 10 menit dilanjutkan rendam kaki air hangat 20 menit. Setelah implementasi selama 4 hari, ketidakstabilan kadar glukosa darah Tn. S membaik, ditandai dengan keluhan lelah, lesu dan pusing berkurang, kadar glukosa darah 117 mg/dL, sehingga tujuan tercapai dan intervensi dihentikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa implementasi buerger allen dan rendam kaki air hangat efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM. Dari hasil penelitian ini diharapkan penulis selanjutnya tidak melakukan latihan Buerger Allen dan rendam kaki air hangat pada pasien dengan GDA >400 mg/dL. Bagi Pasien dan keluarga diharapkan rutin melakukan intervensi di rumah agar glukosa dalam darah tetap stabil, dan keluarga dapat membantu pasien dengan memberikan obat sesuai anjuran dokter. | |
| dc.description.sponsorship | Mashuri, S.Kep., Ners, M.Kep. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11524 | |
| dc.publisher | Fakultas Keperawatan | |
| dc.subject | Diabetes melitus | |
| dc.subject | Ketidakstabilan kadar glukosa darah | |
| dc.subject | Buerger Allen | |
| dc.title | Implementasi Buerger Allen dan Rendam Kaki Air Hangat Pasien Diabetes Melitus dengan Ketidakstabilan Glukosa Darah di RSUD dr. Haryoto Lumajang | |
| dc.type | Other |
