Hubungan Efikasi Diri dengan Manajemen Perawatan Diri pada Petani yang Mengalami Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibaru Kulon Kabupaten Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Peningkatan prevalensi hipertensi disebabkan oleh beberapa hal salah satunya yakni manajemen hipertensi yang kurang baik. Hal ini dipengaruhi oleh efikasi diri yang dimiliki oleh petani untuk melakukan perawatan diri dengan baik, sehingga dapat menurunkan terjadinya komplikasi hipertensi. Aktivitas petani yang padat berisiko memicu stres dan hipertensi serta rendahnya kesadaran dan fokus pada pekerjaan menyebabkan manajemen perawatan diri yang rendah pada petani.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan manajemen perawatan diri hipertensi pada petani di wilayah kerja Puskesmas Kalibaru Kulon Kabupaten Banyuwangi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 296 petani hipertensi yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner self efficacy Manage Hypertension-Five Item Scale dan kuesioner Hypertension Self Management Behavior Questionnaire (HSMBQ). Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan uji Kendall Tau. Penelitian ini telah dilakukan uji etik melalui Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Keperawatan Universitas Jember dengan nomor uji etik No. 423/UN25.1.14/KEPK/2024. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah bekerja sebagai petani, petani yang bertempat tinggal di Kecamatn Kalibaru, dapat berkomunikasi dengan baik, petani yang bersedia menjadi responden, terdaftar di Puskesmas sebagai klien hipertensi. Sedangkan kriteria ekslusi dalam penelitian ini antara lain mengundurkan diri, hipertensi bawaan lahir, sedang menjalani perawatan khusus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki efikasi diri yang baik (61,5%) atau cukup (38,2%), sedangkan mayoritas manajemen perawatan diri berada pada kategori cukup (86,5%), dengan sebagian kecil pada kategori kurang (12,2%) dan baik (1,4%). Analisis statistik mengungkapkan hubungan signifikan antara efikasi diri dan manajemen perawatan diri dengan p-value sebesar 0,001 (< 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,197 yang menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri petani, semakin baik manajemen perawatan diri mereka.
Penelitian ini menunjukkan petani hipertensi memiliki efikasi diri baik, manajemen perawatan diri cukup, dan terdapat hubungan sangat lemah antara keduanya (p-value 0,001; r = 0,197). Hasil ini dapat menjadi referensi bagi institusi untuk pengembangan keperawatan. Peneliti selanjutnya disarankan mengkaji faktor lain yang memengaruhi perawatan diri dan strategi intervensi. Masyarakat diharapkan memperkuat efikasi diri dan meningkatkan perawatan melalui olahraga, pola makan sehat, serta konsultasi rutin. Tenaga kesehatan dapat mendukung dengan program edukasi, senam bersama, dan pemeriksaan berkala.
Description
Reupload file Repositori 4 Februari 2026_Kholib/Keysa
