Pelanggaran Kesantunan Berbahasa dalam Talkshow Indonesia Lawyers Club Episode Perseteruan Megawati Versus Jokowi Makin Runcing
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Bahasa memiliki peran sentral dalam komunikasi politik karena tidak hanya digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk membangun citra, menyampaikan kritik, dan memengaruhi audiens. Dalam konteks komunikasi politik, pelanggaran kesantunan tidak hanya menunjukkan ketidaksantunan, tetapi juga digunakan sebagai strategi komunikasi dalam membangun posisi argumentatif. Fenomena tersebut tampak dalam talkshow Indonesia Lawyers Club episode “Perseteruan Megawati Versus Jokowi Makin Runcing” yang membahas konflik politik antara Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri menjelang Pemilu 2024. Permasalahan penelitian ini meliputi: (1) bagaimana bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam talkshow Indonesia Lawyers Club episode “Perseteruan Megawati Versus Jokowi Makin Runcing”; dan (2) bagaimana fungsi pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam talkshow tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 41 tuturan yang mengandung indikasi pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang dituturkan oleh peserta diskusi, seperti politisi, pengamat politik, pakar komunikasi politik, dan pakar hukum dalam talkshow Indonesia Lawyers Club episode “Perseteruan Megawati Versus Jokowi Makin Runcing”. Sumber data penelitian adalah tayangan Indonesia Lawyers Club yang dipublikasikan melalui kanal YouTube resmi Indonesia Lawyers Club. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 41 tuturan yang mengandung pelanggaran prinsip kesantunan. Berdasarkan bentuk pelanggarannya, ditemukan 14 pelanggaran maksim kebijaksanaan, 2 pelanggaran maksim kedermawanan, 5 pelanggaran maksim kerendahan hati, 10 pelanggaran maksim pujian, 3 pelanggaran maksim kesepakatan, dan 7 pelanggaran maksim simpati. Pelanggaran maksim kebijaksanaan menjadi bentuk yang paling dominan karena para penutur cenderung menyampaikan kritik, tuduhan, penilaian, dan sindiran secara langsung dalam diskusi politik
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 6 Juli 2026
