Hubungan Near Work dengan Derajat Miopia pada Remaja di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Miopia adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan kesulitan melihat
objek dari jarak jauh akibat cahaya jatuh di depan retina. Gangguan ini semakin
meningkat secara global, salh satu faktor risikonya karena aktivitas jarak dekat
(near work) seperti membaca dan penggunaan perangkat digital yang menyebabkan
pemanjangan bola mata. Data WHO tahun 2020 menunjukkan bahwa 2,6 miliar
orang menderita miopia, dengan prediksi meningkat menjadi 49,8% dari populasi
dunia pada 2050. Di Indonesia, prevalensi kelainan refraksi mencapai 25% dari
total populasi, termasuk 10% anak sekolah. Perubahan pola aktivitas jarak dekat
dan gaya hidup pada anak usia sekolah merupakan penyebab tingginya prevalensi
miopia, termasuk penggunaan gadget dan komputer juga termasuk penyumbang
permasalahan pada mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
near work dengan derajat miopia pada remaja di RSD dr. Soebandi Jember.
Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik korelasional dengan
pendekatan cross-sectional yang meneliti hubungan antara near work dan derajat
miopia pada remaja. Populasi penelitian adalah pasien remaja miopia di Poli Mata
RSD dr. Soebandi Jember, yang dipilih menggunakan metode total sampling. Data
dikumpulkan melalui rekam medis (data sekunder) dan kuesioner aktivitas melihat
dekat (data primer). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat untuk
distribusi frekuensi serta analisis bivariat menggunakan uji Kendall Tau c dan b
untuk menguji hubungan antar variabel. Penelitian ini memenuhi aspek etika
penelitian dengan informed consent, menjaga kerahasiaan data, serta memberikan
manfaat berupa peningkatan wawasan responden tentang dampak near work
terhadap miopia.
Hasil distribusi karakteristik responden didapatkan nilai tengah (median)
usia remaja dengan miopia di RSD dr. Soebandi Jember adalah usia 14 tahun
dengan jenis kelamin responden terbanyak adalah perempuan sebanyak 18 orang
(54,5%). Didapatkan responden yang menderita miopia dengan derajat ringan
sebanyak 15 orang (45,5%) dan sebanyak 19 orang (57,6%) memiliki riwayat
miopia pada orang tua. Hasil analisis uji Kendall Tau didapatkan p-value sebesar
0,020 dimana p-value < ⍺ (0,020 < 0,05) maka Ha diterima sehingga dapat diartikan
terdapat hubungan yang signifikan antara near work dengan derajat miopia pada
remaja, dengan korelasi positif yang menunjukkan semakin tinggi near work,
semakin tinggi derajat miopia. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara
durasi membaca buku (p = 0,025), penggunaan handphone/tablet (p = 0,005),
penggunaan laptop/komputer (p = 0,036), dan menonton TV (p = 0,042) dengan
derajat miopia pada remaja di RSD dr. Soebandi Jember.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara near work dengan derajat miopia pada remaja di RSD dr. Soebandi
Jember. Hasil analisis uji Kendall Tau menunjukkan korelasi positif, yang berarti
semakin tinggi near work, semakin tinggi pula derajat miopia yang dialami. Selain
itu, beberapa aktivitas spesifik seperti durasi membaca buku, penggunaan
handphone/tablet, penggunaan laptop/komputer, dan menonton TV juga memiliki
hubungan signifikan dengan derajat miopia pada remaja di RSD dr. Soebandi
Jember. Hal tersebut mengindikasikan bahwa perubahan pola aktivitas visual,
terutama pada anak usia sekolah, berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi
miopia. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan seperti pengelolaan waktu
penggunaan perangkat digital, penerapan kebiasaan membaca yang sehat, serta
pemeriksaan mata secara berkala untuk mengurangi risiko perkembangan miopia.
Description
Reupload file repositori 18 februari 2026_ratna/dea
