Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Kualitas Air Sungai Berdasarkan Parameter BOD, COD, TSS (Studi di TPA Lempeni Desa Lempeni Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sampel lingkungan berjumlah 5 (lima) sampel yang terdiri dari 2 (dua) sampel lindi pada IPAL TPA Lempeni dan 3 (tiga) sampel air sungai pada Sungai Kali Pancing. Teknik pengambilan sampel menggunakan grab sampling. Sampel masyarakat berjumlah 38 responden dan dilakukan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara mengenai IPAL TPA Lempeni, pemanfaatan air sungai, dan keluhan kesehatan, serta mengidentifikasi kadar parameter BOD, COD, TSS pada lindi yang dilakukan di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang dan air sungai yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Lumajang. Data disajikan dalam bentuk tabel yang kemudian dinarasikan. Berdasarkan hasil penelitian, IPAL TPA Lempeni menggunakan sistem pengolahan secara biofilter anaerob. IPAL memiliki rangkaian unit kolam yang terdiri dari inlet, kolam anaerob, kolam fakultatif, kolam maturasi, wetland, dan outlet. Kualitas lindi pada IPAL TPA Lempeni terhadap parameter BOD, COD, dan TSS tidak sesuai baku mutu yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2016. Efektivitas kinerja IPAL TPA Lempeni belum efektif dalam mengolah air limbah khususnya menurunkan kadar parameter BOD, COD, dan TSS. Kualitas badan air sekitar TPA Lempeni yaitu Sungai Kali Pancing terhadap parameter BOD, COD, dan TSS telah sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan berdasarkan klasifikasi mutu air kelas IV Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Pemanfaatan air Sungai Kali Pancing oleh responden mayoritas digunakan sebagai tempat buang air besar/kecil (92%). Keluhan kesehatan dialami oleh 12 responden dengan gejala paling banyak gatal-gatal (75%) dan mencret (25%).
Description
Reuploud file repositori 30 Jan 2026_Yudi
