Studi Peranan Bakteri Rhizosfer (Azospirillum Sp. & Pseudomonas sp.) Sebagai Agen Multi-Metal Resisten Dalam Mengatasi Cekaman Kromium Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang cukup penting dalam mendukung terwujdnya ketahanan pangan nasional maupun global (Martadona, 2021). Padi adalah sumber karbohidrat utama bagi lebih dari setengah populasi dunia, terutama di Asia. Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengembangan tanaman padi salah satunya yaitu adanya cekaman abiotik meliputi kontaminasi logam berat. Logam berat dalam jumlah yang banyak dapat bersifat racun bagi tanaman dan berdampak tidak baik bagi makhluk hidup yang mengkonsumsi produk atau hasil pertanian dari lahan yang terdampak pencemaran logam berat. Salah satu logam berat yang bersifat toksik untuk pertumbuhan tanaman yaitu kromium. Kromium dapat menimbulkan dampak negatif, seperti foto-toksik yang parah seperti menurunkan laju fotosintesis dan memengaruhi pertumbuhan tanaman, selain itu, kromium juga dilaporkan berpengaruh pada pigmen klorofil dan dapat mengakibatkan penurunan biomassa karena pertumbuhan tanaman terhambat sehingga kehilangan hasil panen. Tanaman padi sangat sensitif terhadap pencemaran kromium, terutama dalam bentuk Cr (VI). Pencemaran kromium dapat diatasi dengan berbagai pendekatan remediasi, salah satunya pendekatan biologis seperti bioremdiasi dengan memanfaatkan bakteri rhizosfer seperti Azospirillum sp. & Pseudomonas sp. Percobaan ini dilakukan mulai 15 Desember 2024 sampai 30 April 2025 dengan menggunakan RAK faktorial, yaitu faktor pertama perlakuan cekaman kromium dan bakteri rhizosfer; dan faktor kedua yaitu varietas yang terdiri dari Muci (V1), Hare Mean (V2) dan Bika Huna (V3) diulang sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA dan diuji lanjut dengan DMRT. Hasil menunjukkan bahwa ketiga varietas menunjukkan respon penurunan yang signifikan pada saat terkena cekaman. Pengaplikasian bakteri rhizosfer membantu peningkatan pertumbuhan secara morfologi dan fisiologis pada tanaman terkena cekaman. Varietas Muci (V1) cenderung menunjukkan respon ketahanan yang lebih baik dibandingkan Hare Mean (V2) dan Bika Huna (V3) pada kondisi cekaman.
Description
Reupload Repositori File 05 Februari 2026_Kholif Basri
