Diferensial Leukosit Pada Awal Perkembangan Ayam Domestik (Gallus gallus domesticus) Berdasarkan Jenis Kelamin

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Abstract

Ayam domestik (Gallus gallus domesticus) adalah salah satu hewan ternak yang berperan penting dalan sektor peternakan, baik sebagi sumber pangan berupa telur dan daging. Kesehatan ayam sangat penting dalam menjaga produktivitas ayam. Indikator ayam sehat dapat ditunjukkan oleh gerakan lincah dan aktif, nafsu makan dan minum baik, serta berat badan sesuai dengan umur. Status imunologis juga merupakan salah satu indikator kesehatan ayam. Sistem kekebalan berkaitan dengan status imunologis ayam. Pemeriksaan status imunologis ayam dapat dilakukan melalui diferensial leukosit. Diferensial leukosit dapat memberikan informasi penting terkait kesehatan dan respon imun hewan. Faktor yang dapat mempengaruhi diferensial leukosit adalah stres, lingkungan, aktivitas biologis, gizi, umur, jenis kelamin, hormon serta sinar ultraviolet atau sinar radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diferensial leukosit ayam domestik (Gallus gallus domesticus) pada awal perkembangan berdasarkan jenis kelamin dan umur. Penelitian ini diawali dengan proses inkubasi telur ayam kampung yudistira (AKY). Setelah menetas, dilakukan pembuatan preparat apusan darah umur 4, 7, 12, 16, 23, 30 hari dari 11 ekor anak ayam jantan dan 11 ekor anak ayam betina. Pembuatan preparat apusan darah untuk pengamatan diferensial leukosit. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 400× pada 5 bidang pandang. Pada masing-masing bidang pandang dilakukan pengamatan 20 leukosit, sehingga total leukosit yang diamati 100. Hasil yang diperoleh adalah persentase diferensial leukosit. Data hasil persentase diferensial leukosit dianalisis menggunakan analisis Independent Sample T Test, Paired Sample T Test, dan Mixed Model dengan taraf kepercayaan 95% atau α = 0,05. Semua analisis dilakukan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase jenis leukosit tertinggi hingga terendah, yaitu limfosit, heterofil, monosit, eosinofil, dan basofil. Hasil analisis Independent Sample T Test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada diferensial leukosit ayam berdasarkan jenis kelamin. Hasil analisis Paired Sample T Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam persentase diferensial leukosit ayam jantan dan betina. Pada anak ayam jantan diferensial leukosit untuk heterofil, monosit, eosinofil, dan basofil mulai menunjukkan perbedaaan yang signifikan pada hari ke-4 dan 7, sedangkan limfosit menunjukkan perbedaan yang signifikan mulai hari ke-7 dan 12. Pada anak ayam betina untuk heterofil, monosit, dan eosinofil menunjukkan perbedaan yang signifikan pada hari ke4 dan 7, sedangkan limfosit menunjukkan perbedaan yang signifikan pada hari ke-7 dan 12, serta basofil menunjukkan perbedaan yang signifikan pada hari ke-16 dan 23. Hasil analisis Mixed Model menunjukkan bahwa jenis kelamin dan interaksi antara jenis kelamin dengan umur tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap persentase diferensial leukosit ayam. Namun demikian, terdapat perbedaan yang signifikan pada diferensial leukosit ayam berdasarkan umur. Hal ini menunjukkan terdapat proses pematangan sistem kekebalan pada anak ayam jantan dan betina yang berbeda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin ayam tidak berpengaruh terhadap persentase diferensial leukosit, sedangkan umur berpengaruh terhadap persentase diferensial leukosit pada awal perkembangan.

Description

Reupload file repository 14 April 2026_Ratna

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By