Pengembangan Filter Berbasis Batang Pisang dan Implementasinya Pada Wet Scrubber Dalam Mereduksi Asap Agroindustri

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknologi Pertanian

Abstract

Pencemaran udara akibat aktivitas industri, termasuk sektor agroindustri, terus meningkat dan menjadi ancaman serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Asap hasil pembakaran, seperti dari ampas tebu, mengandung berbagai polutan berbahaya seperti formaldehida (HCHO), senyawa organik volatil (VOC), partikulat halus (PM2.5 dan PM10), karbon monoksida (CO), dan karbon dioksida (CO₂). Wet scrubber merupakan salah satu teknologi pengendalian emisi yang umum digunakan, namun memiliki keterbatasan dalam menyaring partikel mikro dan gas yang tidak larut dalam air. Oleh karena itu, diperlukan inovasi tambahan berupa filter yang mampu meningkatkan efektivitas wet scrubber, salah satunya dengan memanfaatkan limbah batang pisang sebagai bahan alami dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan filter udara berbasis batang pisang dan menguji pengaruh variasi densitasnya dalam mereduksi polutan dari asap pembakaran. Secara khusus, penelitian ini ingin mengetahui rendemen serat selulosa dari batang pisang, menilai efektivitas filter terhadap masing-masing jenis polutan udara, serta membandingkan kinerja wet scrubber yang dilengkapi dengan filter batang pisang terhadap wet scrubber konvensional tanpa filter tambahan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga variasi densitas filter (50, 75, dan 100 g/L) dan dilakukan empat kali pengulangan. Serat batang pisang diekstraksi menggunakan larutan NaOH 6% dan dibentuk menjadi filter sesuai variasi densitas. Uji efektivitas dilakukan dengan membakar ampas tebu sebagai sumber polusi, dan emisi yang dihasilkan diukur menggunakan alat air quality detector untuk mengetahui kadar HCHO, VOC, PM2.5, PM10, CO, dan CO₂. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjutan untuk menentukan signifikansi perbedaan antar perlakuan. Filter batang pisang yang dibuat efektif dalam menurunkan kadar HCHO dan VOC secara signifikan, khususnya pada densitas 100 g/L. Filter ini juga dapat menurunkan kadar CO, meskipun hanya pada densitas tinggi. Namun, efektivitas filter dalam menurunkan kadar PM2.5 dan PM10 masih rendah, disebabkan oleh ukuran pori-pori serat yang lebih besar dari diameter partikel serta kecepatan aliran udara yang tinggi. Untuk CO₂, penurunan terjadi secara signifikan, namun konsentrasi gas masih tinggi dikarenakan CO2 merupakan hasil pembakaran sempurna dan konsentrasi awal sangat tinggi. Berdasarkan analisis metode De Garmo, perlakuan filter densitas 100 g/L menunjukkan kinerja terbaik dalam mereduksi polutan secara keseluruhan. Filter berbasis batang pisang terbukti mampu meningkatkan efektivitas wet scrubber dalam mereduksi polutan udara jenis HCHO dan VOC, serta menunjukkan potensi pengurangan kadar CO pada densitas tinggi. Meskipun demikian, kemampuan filter ini dalam menangkap partikulat halus seperti PM2.5 dan PM10 masih terbatas dan memerlukan pengembangan lebih lanjut, terutama dalam hal struktur dan kepadatan filter. Dengan potensi yang dimilikinya serta ketersediaan bahan baku yang melimpah, batang pisang dapat menjadi alternatif bahan baku filter udara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Description

Reupload File Repositori 6 Februari 2026_Rudi H/Ardi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By