Pengaruh Diabetes Health Education dengan Pendekatan Patient-Centered Care Berbasis Self-Efficacy terhadap Diet Behavior Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSD dr. Soebandi
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronik yang memerlukan pengelolaan komprehensif melalui terapi nutrisi, aktivitas fisik, terapi farmakologis, dan edukasi. Perilaku diet merupakan salah satu komponen utama dalam pengelolaan DMT2 karena berperan penting dalam mengendalikan kadar glukosa darah, meningkatkan sensitivitas insulin, serta mencegah terjadinya komplikasi. Namun, penerapan perilaku diet pada pasien DMT2 masih belum optimal akibat rendahnya keterlibatan pasien dalam pengelolaan penyakit, pendekatan edukasi yang belum sepenuhnya berpusat pada pasien, serta rendahnya self-efficacy. Kondisi tersebut menyebabkan pasien mengalami kesulitan dalam mempertahankan kepatuhan terhadap pengaturan diet secara berkelanjutan. Salah satu intervensi yang berpotensi meningkatkan perilaku diet pada pasien DMT2 adalah Diabetes Health Education dengan pendekatan Patient-Centered Care (PCC) berbasis self-efficacy. Pendekatan ini menempatkan pasien sebagai pusat pelayanan melalui edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan, nilai, dan preferensi pasien, serta berfokus pada peningkatan self-efficacy sebagai faktor yang mendukung perubahan perilaku. Dengan meningkatnya self-efficacy, pasien diharapkan mampu menerapkan perilaku diet secara konsisten sehingga pengelolaan DMT2 menjadi lebih optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Diabetes Health Education dengan pendekatan PatientCentered Care (PCC) berbasis self-efficacy terhadap perilaku diet pada pasien DMT2. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperiment design dengan pendekatan pre-test post-test with control group dengan teknik consecutive sampling dihasilkan besar sampel sebanyak 48 responden yang terbagi menajdi kelompok intervensi sebanyak 24 responden diberi intervensi Diabetes Health Education dengan pendekatan PCC berbasis self-efficacy sebanyak 5 sesi (4 sesi di rumah sakit dan 1 sesi di rumah 14 hari pasca hospitalisasi) dan 24 orang kelompok kontrol mendapatkan edukasi dari fasilitas kesehatan. Tempat penelitian berada di 8 ruang rawat inap RSD dr. Soebandi. Instrumen yang digunakan yaitu SelfManagement Dietary Behaviors Questionnaire (SMDBQ). Uji statistik menggunakan Paired T-Test dan Mann-Whitney U test. Hasil penelitian dengan uji Paired t-test menunjukkan p < α (p = 0,001; α = 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan diet behavior yang signifikan pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan Diabetes Health Education melalui pendekatan PCC berbasis self-efficacy. Terjadi peningkatan rata-rata diet behavior sebesar 12,12, dengan nilai rerata pre-test sebesar 38,67 menjadi 50,79 setelah diberikan intervensi. Hasil uji Paired t-test pada kelompok kontrol menunjukkan p > α (p = 0,400; α = 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan diet behavior yang signifikan antara pre-test dan post-test. Meskipun demikian, terjadi peningkatan rata-rata diet behavior sebesar 0,87, dengan nilai rerata pre-test sebesar 40,17 dan nilai rerata post-test sebesar 41,04. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan p value = 0,001 (< 0,05) yang berarti terdapat perbedaan peningkatan diet behavior yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Diabetes Health Education melalui pendekatan PCC berbasis self-efficacy berpengaruh terhadap diet behavior pasien DMT2 di RSD dr. Soebandi. Intervensi Diabetes Health Education melalui pendekatan PCC berbasis selfefficacy terbukti dapat meningkatkan diet behavior pada pasien DMT2. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi mengenai pengelolaan diabetes, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif pasien dalam memahami penyakit, mengidentifikasi hambatan, menetapkan tujuan, serta mengambil keputusan terkait pengaturan diet sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masingmasing. Edukasi yang diberikan secara individual dan berpusat pada pasien membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, motivasi, serta keyakinan pasien terhadap kemampuannya dalam menerapkan perilaku diet yang sehat. Penguatan self-efficacy melalui pengalaman keberhasilan (mastery experience), dukungan verbal (verbal persuasion), pembelajaran dari pengalaman orang lain (vicarious experience), serta pengelolaan kondisi fisiologis dan emosional mampu meningkatkan kepercayaan diri pasien dalam menjalankan self-management diabetes. Peningkatan self-efficacy tersebut mendorong pasien untuk lebih patuh dalam mengatur pola makan, memilih jenis makanan yang sesuai, mengatur porsi makan, serta mempertahankan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendekatan PCC memperkuat komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien sehingga edukasi yang diberikan lebih sesuai dengan kebutuhan, preferensi, serta kemampuan pasien. Peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan self-efficacy yang diperoleh selama intervensi berkontribusi terhadap perubahan diet behavior yang lebih baik dibandingkan dengan edukasi standar yang diberikan pada kelompok kontrol. Dengan demikian, pasien tidak hanya memahami pentingnya pengaturan diet sebagai bagian dari self-management diabetes, tetapi juga memiliki keyakinan dan kemampuan untuk menerapkannya secara mandiri. Intervensi Diabetes Health Education dengan pendekatan Patient-Centered Care (PCC) berbasis self-efficacy berpengaruh terhadap diet behavior pasien DMT2. Intervensi ini diharapkan dapat diterapkan sebagai salah satu program edukasi keperawatan dalam penatalaksanaan DMT2, khususnya sebagai bagian dari discharge planning, sehingga mampu meningkatkan diet behavior, memperkuat self-efficacy, mendorong kemandirian pasien dalam self-management, serta membantu mengoptimalkan pengendalian diabetes dan mencegah terjadinya komplikasi.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 05 Agustus 2026_Kholif Basri
