Dilema Tiongkok Pasca Implementasi NDC: Pertumbuhan Ekonomi vs. Keamanan Lingkungan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Tiongkok, sebagai negara yang meratifikasi Paris Agreement pada 2016,
berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dengan menjalankan kewajiban
Nationally Determined Contribution (NDC). Kewajiban tersebut dituangkan ke
dalam Rencana Lima Tahun atau Five Year Plan yang menargetkan pada
peningkatan penggunaan energi terbarukan serta pengurangan emisi karbon.
Namun, dibalik adanya upaya besar, Tiongkok masih bergantung pada energi fosil
akibat ambisi pertumbuhan ekonominya. Akibatnya terjadi lonjakan emisi karbon
Tiongkok hingga 11,4 miliar metrik ton pada 2022, menjadikannya negara
pencemar terbesar yang berdampak negatif pada kualitas udara dan lingkungan.
Tinjauan Pustaka pada penelitian ini menggunakan kerangka konseptual yang
mencakup konsep Pembangunan Berkelanjutan, Teori Astroposentris, dan Pilihan
Rasional. Konseptual tersebut ditujukan untuk menyoroti kepentingan Tiongkok
dalam konteks berbagai kebijakan nasionalnya.
Metode penelitian untuk penulisan skipsi ini mencakup tipe penelitian kualitatif
dengan pendekatan penelitian kuasi-kualitatif. Sumber bahan penelitian bersumber
dari bahan sekunder dengan pengumpulan bahan penelitian dilakukan melalui studi
pustaka. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Analisis data dilakukan
secara deskriptif kualitatif untuk menjelaskan permasalahan penelitian hingga
menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun telah
mengimplementasikan kebijakan tentang NDC, tetap saja batu bara jauh lebih
menguntungkan secara ekonomi karena paling sesuai dengan kepentingan aktor
negara (Tiongkok) sebagai pusat dari segala galanya. Sebagai negara dengan
pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, batu bara mampu memenuhi keamanan
energi Tiongkok dengan stabil dan biaya yang terjangkau. Selain mampu menekan
biaya produksi, penggunaan batu bara juga mampu menarik para investor asing dan
menjalin kerja sama dengan negara lain. Batu bara telah menjadi sumber energi
nasional yang mampu menggerakkan perekonomian Tiongkok dalam persaingan
global terutama dalam menciptakan kesejahteraan pertumbuhan ekonomi dan
masyarakatnya yang sejalan dengan visi misi “Chinese Dream” meskipun harus
mengorbankan kelestarian lingkungan terutama dalam jangka waktu yang panjang.
Description
Reupload file repositori 19 februari 2026_ratna/dea
