Tingkat Partisipasi Petani Dalam Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Padi di Desa Waru Kecamatan Rembang Jawa Tengah
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Program Optimalisasi Lahan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemberian benih unggul, perbaikan irigasi, dan pemanfaatan lahan secara optimal. Desa Waru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang merupakan salah satu desa penerima program tersebut. Keberhasilan Program Optimalisasi Lahan tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga oleh tingkat partisipasi petani dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam Program Optimalisasi Lahan serta menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi petani. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja di Desa Waru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Penentuan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif Skala Likert untuk menggambarkan tingkat partisipasi petani dan karakteristik responden, sedangkan hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi petani dalam Program Optimalisasi Lahan di Desa Waru termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata 75,42. Partisipasi tertinggi terdapat pada tahap pemanfaatan hasil, sedangkan tahap pengambilan keputusan merupakan tahapan dengan tingkat partisipasi terendah. Tingginya partisipasi petani didukung oleh manfaat program yang dirasakan secara langsung, seperti tersedianya sumur pompa untuk mengairi sawah, penggunaan benih unggul dan peningkatan indeks pertanaman. Hasil uji Korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa luas lahan, modal, dan frekuensi mengikuti penyuluhan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat partisipasi petani. Frekuensi mengikuti penyuluhan merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat terhadap tingkat partisipasi petani. Sebaliknya, usia, tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, dan jumlah tanggungan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat partisipasi petani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat partisipasi petani dalam Program Optimalisasi Lahan di Desa Waru tergolong tinggi. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat partisipasi petani adalah luas lahan, modal, dan frekuensi mengikuti penyuluhan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas penyuluhan serta keterlibatan petani dalam tahap pengambilan keputusan dan evaluasi perlu terus ditingkatkan agar pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan semakin efektif dan berkelanjutan.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 28 September 2026_Kholif Basri
