Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Produksi Kapal Fiberglass dengan Metode JSA dan BTA

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Teknik

Abstract

PT. Blambangan Bahari Shipyard merupakan galangan pembuatan kapal dan konsultan perkapalan yang berfokus mendukung pelanggan atau customer untuk meraih target dalam desain dan produksi kapal. Kapal yang dibangun dan diperbaiki berbahan Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) dan kayu. PT. Blambangan Bahari Shipyard juga memiliki sumber daya manusia yang handal, bekerja efisien dan berprodukvitas tinggi dalam menunjang pembangunan kapal baru, perbaikan kapal dan konversi sesuai kebutuhan pelanggan. Pekerjaan di bidang konstruksi atau produksi pada dasarnya mempunyai potensi kecelakaan kerja yang tinggi. Secara umum, jenis kecelakaan kerja bermacam-macam dan setiap tempat kerja mempunyai tingkat kecelakaan dan risiko yang berbeda-beda. Beberapa lingkungan kerja memiliki risiko kecelakaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan lingkungan kerja lainnya. Semakin tinggi risikonya, maka semakin tinggi pula keterampilan dan tugas yang diperoleh (Salami, 2021). Menurut Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (A2K4), kecelakaan kerja di sektor jasa konstruksi saat ini menyumbang angka terbesar pada kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui tahap prosedur penelitian yang meliputi studi literatur, studi lapangan, pengumpulan data, identifikasi risiko, penilaian risiko, pengendalian risiko, dan menarik kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis dan mengurangi risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) dan Bowtie Analysis (BTA). Metode Job Safety Analysis (JSA) merupakan suatu metode yang mempelajari suatu pekerjaan untuk mengidentifikasi potensi bahaya. Sedangkan Bowtie Analysis merupakan sebuah teknik yang merujuk pada suatu diagram berbentuk dasi kupu-kupu yang menggambarkan peristiwa risiko secara sederhana Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa Bahaya dengan kategori level risiko tertinggi ditemukan pada bahaya pekerjaan laminasi dengan penggunaan material fiber secara berulang. Dari 12 item pekerjaan tersebut menghasilkan sangat rendah sebanyak 6%, rendah sebanyak 12%, sedang sebanyak 79% dan tinggi sebanyak 3%. Dari analisa penelitian ini, risiko yang diperoleh harus mendapatkan penanganan/pengendalian yaitu dengan melakukan monitoring secara rutin, mengadakan safety morning talk disetiap memulai pekerjaan, dan pelaksanaan yang perlu diawasi serta memastikan alat-alat keselamatan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, diharapkan pada setiap galangan kapal dapat melakukan pelatihan berkala untuk karyawan mengenai keselamatan kerja dan penggunaan APD, karena pengetahuan yang baik tentang risiko dan cara mitigasinya sangat penting untuk mengurangi kecelakaan kerja.

Description

Reupload Repository 26 Maret Maya

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By