Hubungan Biomarker Paparan Debu Tembakau (Kotinin Urin) dengan Glukosa Darah Puasa Pekerja di Gudang Tembakau Perusahaan X Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Kedokteran

Abstract

Jember merupakan sentra produksi tembakau terbesar di Indonesia yang menyerap ribuan tenaga kerja. Pekerja sortasi tembakau berisiko mengalami paparan kronis debu tembakau yang mengandung nikotin, yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit dan saluran pernapasan. Kotinin urin merupakan biomarker paparan nikotin yang memiliki waktu paruh lebih panjang (19-20 jam) dibandingkan nikotin (1-2 jam). Paparan nikotin dapat mengganggu homeostasis metabolisme glukosa melalui aktivasi reseptor nikotinik asetilkolin (nAChR) yang menyebabkan resistensi insulin perifer dan peningkatan produksi glukosa hepatik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan biomarker paparan debu tembakau (kotinin urin) dengan glukosa darah puasa pada pekerja sortasi tembakau di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada 1 September 2025-5 Desember 2025 di Perusahaan X Jember. Sebanyak 44 pekerja sortasi dipilih menggunakan consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data sosiodemografis dikumpulkan melalui wawancara terstruktur. Kadar kotinin urin dianalisis menggunakan metode ELISA dari sampel urin sewaktu, sedangkan kadar glukosa darah puasa diukur dengan metode GOD-PAP dari sampel darah vena setelah puasa minimal 8 jam. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, Mann-Whitney U, dan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pekerja berusia 36 hingga 45 tahun, memiliki masa kerja lebih dari lima tahun, tidak menggunakan alat pelindung diri, dan sebagian besar merupakan perokok pasif. Mayoritas pekerja memiliki kadar kotinin urin dalam kategori paparan sedang-tinggi, sementara kadar glukosa darah puasa berada dalam rentang normal. Hasil penelitian didapatkan, terdapat perbedaan kadar kotinin urin antara perokok pasif dan non-perokok pasif, namun tidak terdapat perbedaan kadar glukosa darah puasa berdasarkan status tersebut. Selain itu, terdapat hubungan antara kadar kotinin urin dengan glukosa darah puasa pekerja, yang lebih kuat pada subpopulasi paparan sedang-tinggi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif antara biomarker paparan debu tembakau (kotinin urin) dengan glukosa darah puasa pekerja di gudang tembakau perusahaan x Jember, yang berarti semakin tinggi kadar kotinin urin, semakin tinggi pula kadar glukosa darah puasa pekerja. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam edukasi dan upaya kebijakan kesehatan kerja untuk mengurangi dampak paparan debu tembakau terhadap kesehatan pekerja.

Description

Reupload file repositori 12 Mei 2026_Maya finalisasi 22 juni 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By