Keluhan Computer Vision Syndrome berdasarkan Faktor Individu, Lingkungan, dan Komputer pada Pekerja RRI Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Penggunaan komputer dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu sekumpulan gejala yang berkaitan dengan mata dan penglihatan yang dapat mengurangi kenyamanan visual, konsentrasi, serta produktivitas kerja. Karyawan Radio Republik Indonesia (RRI) Jember menggunakan komputer secara intensif untuk mendukung kegiatan jurnalistik dan administratif sehingga berisiko mengalami CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keluhan CVS berdasarkan faktor individu, lingkungan, dan faktor yang berkaitan dengan komputer pada karyawan RRI Jember. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 57 karyawan pengguna komputer yang telah bekerja minimal tiga tahun. Teknik total sampling diterapkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q), kuesioner karakteristik individu, lembar observasi kondisi komputer, serta pengukuran pencahayaan, suhu, dan kelembapan lingkungan kerja. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 57 responden, sebanyak 41 orang (71,9%) mengalami CVS. Gejala yang paling sering dilaporkan adalah mata terasa panas, penglihatan kabur, dan sakit kepala. Keluhan CVS lebih banyak ditemukan pada karyawan dengan masa kerja lebih dari 10 tahun, kelompok usia 31–40 tahun, postur duduk membungkuk, durasi penggunaan komputer ≥4 jam per hari, serta jarak pandang 40–60 cm. Seluruh ruang kerja memiliki tingkat pencahayaan di bawah standar yang direkomendasikan, sebagian besar memiliki kelembapan di atas kisaran yang dianjurkan, dan beberapa ruang memiliki suhu di luar kisaran kenyamanan. Sebagian besar responden menggunakan komputer desktop dengan monitor LED, resolusi Full HD, tingkat kontras 60–80%, polaritas positif, tanpa lapisan anti-silau, serta laju penyegaran 60 Hz. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa prevalensi CVS pada karyawan RRI Jember tergolong tinggi dan berkaitan dengan faktor individu, kondisi lingkungan kerja, serta karakteristik penggunaan komputer. Oleh karena itu, perbaikan kondisi lingkungan kerja dan penerapan praktik penggunaan komputer yang ergonomis diperlukan untuk mengurangi keluhan CVS dan mendukung kesehatan penglihatan karyawan.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 30 Juli 2026_Kholif Basri
