Sebaran Status Hara Unsur Natrium (NA) Pada Lahan Sawah Terdegradasi DI Empat Kabupaten Jawa Timur

dc.contributor.authorAnanta Sandy Firmansyah
dc.date.accessioned2026-09-23T07:47:30Z
dc.date.issued2026-07-30
dc.descriptionValidasi 23 September 2026 Rudi h
dc.description.abstractLahan sawah merupakan sumber utama produksi pangan nasional; produktivitas lahan sawah dapat menurun akibat degradasi lahan yang disebabkan oleh akumulasi natrium (Na). Akumulasi natrium dapat memberikan dampak negatif terhadap tanah, yang menyebabkan tanah menjadi salin dan sodik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sebaran status hara natrium dan nilai ESP pada lahan sawah terdegradasi di wilayah Kabupaten Jember, Banyuwangi, Lumajang, dan Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Sampel tanah diambil dari 174 titik pada kedalaman 0-30 cm yang mewakili lahan terdegradasi. Tujuh parameter dianalisis: pH, daya hantar listrik (EC), kapasitas tukar kation (KTK), kalium (K), kalsium (Ca), natrium (Na), magnesium (Mg), kejenuhan basa (KB), persentase natrium dapat tukar (ESP), *Sodium Adsorption Ratio* (SAR), dan tekstur tanah (persentase liat). Analisis statistik yang digunakan meliputi uji ANOVA dan uji korelasi Pearson. Status hara natrium di Kabupaten Jember dan Banyuwangi tergolong sedang, sedangkan di Kabupaten Lumajang dan Situbondo tergolong tinggi hingga sangat tinggi. Nilai ESP di Kabupaten Jember tergolong rendah hingga sedang, Kabupaten Banyuwangi sedang hingga tinggi, Kabupaten Lumajang tinggi hingga sangat tinggi, dan Kabupaten Situbondo sedang. Korelasi Pearson menunjukkan bahwa natrium berkorelasi negatif dengan kalsium dan tekstur tanah (persentase liat), serta berkorelasi positif dengan pH, daya hantar listrik, kalium, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), persentase natrium dapat tukar (ESP), *Sodium Adsorption Ratio* (SAR), dan magnesium. Kalium (K) memiliki nilai korelasi tertinggi, yaitu kategori sangat kuat. pH, kapasitas tukar kation (KTK), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan tekstur tanah (persentase liat) berpengaruh signifikan terhadap natrium (Na), sedangkan daya hantar listrik (EC) dan *Sodium Adsorption Ratio* (SAR) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap natrium (Na).
dc.description.sponsorshipDr. Ir.Subhan Arif Budiman, SP,. MP.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/15124
dc.language.isoOther
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectESP
dc.subjectSAR
dc.subjectnatrium
dc.subjectegradasi lahan
dc.subjectlahan sawah
dc.titleSebaran Status Hara Unsur Natrium (NA) Pada Lahan Sawah Terdegradasi DI Empat Kabupaten Jawa Timur
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 7
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221510301014 - ANANTA SANDY FIRMANSYAH - BAGIAN DEPAN.pdf
Size:
543.14 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221510301014 - ANANTA SANDY FIRMANSYAH - BAB 1.pdf
Size:
395.38 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221510301014 - ANANTA SANDY FIRMANSYAH - BAB 2.pdf
Size:
447.96 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221510301014 - ANANTA SANDY FIRMANSYAH - BAB 3.pdf
Size:
1.01 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Loading...
Thumbnail Image
Name:
221510301014 - ANANTA SANDY FIRMANSYAH - BAB 4.pdf
Size:
1.01 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: