Nilai Ekologi Vegetasi Pohon Lima Tahun Pasca Illegal Logging di Blok Jati Lodadi Resort Bandealit Taman Nasional Meru Betiri

Abstract

Perubahan kondisi hutan akibat aktivitas manusia merupakan salah satu isu penting dalam pengelolaan ekosistem tropis karena dapat mempengaruhi struktur dan fungsi vegetasi dalam ekosistem, termasuk kemampuan penyimpanan karbon. Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) sebagai kawasan konservasi telah mengalami tekanan penebangan liar sejak tahun 1998, termasuk di Blok Jati Lodadi Resort Bandealit. Salah satu kasus penebangan liar yang terjadi pada tahun 2020 menargetkan pohon jati (Tectona grandis) dan menyebabkan perubahan kondisi vegetasi hutan. Dalam lima tahun terakhir, kawasan ini menunjukkan adanya proses pemulihan alami melalui suksesi. Namun, informasi mengenai tingkat pemulihan nilai ekologi vegetasi pohon pasca gangguan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengestimasi nilai ekologi struktural dan fungsional vegetasi pohon, serta menganalisis hubungannya dengan faktor abiotik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Desember 2025 di Blok Jati Lodadi, Resort Bandealit, TNMB menggunakan 15 plot berukuran 20 x 20 m. Data vegetasi pohon yang dikumpulkan meliputi diameter batang, tinggi pohon, dimensi dan kanopi pohon dan persentase densitas kanopi. Faktor abiotik yang diukur meliputi suhu dan kelembaban udara, intensitas cahaya, serta pH, dan kelembaban tanah. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan pada setiap plot. Nilai ekologi vegetasi dianalisis melalui aspek struktural (volume pohon) dan aspek fungsional (karbon). Hubungan antara faktor abiotik dan nilai ekologi dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima tahun pasca penebangan liar, kawasan penelitian memiliki 42 spesies pohon dengan kepadatan tegakan mencapai 2.377 individu/ha. Nilai struktur vegetasi yang diestimasi melalui volume pohon mencapai 94,467 m³/ha, dengan kontribusi terbesar berasal dari Syzygium aqueum. Nilai fungsi vegetasi menunjukkan total biomassa sebesar 32,713 ton/ha, cadangan karbon 16,356 ton C/ha, dan potensi penyerapan karbon sebesar 59,980 ton CO₂/ha. Kontributor terbesar fungsi ekologis tersebut berasal dari Pterocymbium tinctorium. Analisis PCA menunjukkan bahwa volume pohon berkorelasi positif dengan kelembaban tanah, sedangkan cadangan karbon berkorelasi positif dengan pH tanah, intensitas cahaya, dan kelembaban udara. Sebaliknya, suhu menunjukkan hubungan negatif dengan cadangan karbon. Penelitian ini menunjukkan bahwa hutan Blok Jati Lodadi telah mengalami pemulihan struktural dan fungsional dalam lima tahun pasca penebangan liar. Pemulihan tersebut ditunjukkan oleh terbentuknya kembali tegakan pohon yang rapat, meningkatnya biomassa dan cadangan karbon, serta pulihnya fungsi vegetasi sebagai penyerap karbon. Faktor lingkungan, terutama kelembaban tanah, pH tanah, intensitas cahaya, dan kelembaban udara, berperan penting dalam mendukung proses pemulihan ekosistem hutan tropis pasca gangguan.

Description

Finalisasi Oktober 2026_Yudi

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By