Penerapan Posisi Semi Fowler pada Pasien Congestive Heart Failure dengan Penurunan Curah Jantung di Ruang ICCU RSUD dr. Haryoto Lumajang

dc.contributor.authorNanda Octavian Yostiani
dc.date.accessioned2026-07-09T09:18:35Z
dc.date.issued2026-05-14
dc.descriptionFINALISASI oleh Arif 2026 Juli 10
dc.description.abstractCongestive Heart Failure (CHF) merupakan ketidakmampuan klinis jantung dalam mendistribusikan volume darah secara adekuat. Kondisi ini memicu backward failure dan kongesti paru yang bermanifestasi pada dispnea, tanda hipoperfusi klinis, hingga memicu masalah keperawatan penurunan curah jantung. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diberikan yaitu posisi semi fowler 45° yang memanfaatkan gaya gravitasi untuk menurunkan aliran balik vena (venous return) dan mengoptimalkan ekspansi paru. Laporan tugas akhir ini bertujuan mengeksplorasi implementasi posisi semi fowler pada pasien CHF dengan penurunan curah jantung di Ruang ICCU RSUD dr. Haryoto Lumajang. Laporan tugas akhir ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan penelitian ini adalah Tn. H dengan Acute Decompensated Heart Failure (ADHF), mengalami masalah keperawatan penurunan curah jantung, kesadaran composmentis, tidak memiliki kontraindikasi postural (seperti fraktur pelvis, cedera spinal, atau trauma kepala) serta memiliki tekanan darah sistolik > 90 mmHg selama intrevensi. Hasil penelitian menunjukkan Tn. H memenuhi 100% kriteria mayor masalah penurunan curah jantung etiologi perubahan afterload. Intervensi berupa posisi semi fowler 45° menggunakan bantuan aplikasi Clinometer, dilakukan selama 15 menit sesaat sebelum tidur malam, selama 3 hari berturut-turut. Setelah implementasi, curah jantung meningkat ditandai dengan keluhan sesak napas menghilang, frekuensi napas membaik (21x/menit), tekanan darah stabil secara otonom tanpa vasopresor (94/69 mmHg), dan kekuatan nadi perifer teraba kuat. Status perfusi jaringan juga meningkat, ditandai dengan pengisian kapiler < 3 detik, warna kulit pucat menurun, serta haluaran urine membaik (0,59 ml/kgBB/jam). Berdasarkan hasil studi kasus ini, implementasi posisi semi fowler efektif meningkatkan curah jantung pada pasien CHF/ADHF. Intervensi ini dapat dijadikan tindakan mandiri perawat untuk menstabilkan hemodinamik dan meredakan kongesti pulmonal pada pasien gagal jantung. Peneliti selanjutnya disarankan mengaplikasikan posisi semi-Fowler secara simultan dengan terapi medis, serta menambah jumlah responden dan durasi intervensi guna mendapatkan hasil evaluasi peningkatan curah jantung yang lebih optimal dan representatif.
dc.description.sponsorshipIndriana Noor Istiqomah, S.Kep. Ns., M.Kep.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/10922
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keperawatan
dc.subjectCongestive Heart Failure
dc.subjectPenurunan curah jantung
dc.subjectPosisi semi-Fowler
dc.titlePenerapan Posisi Semi Fowler pada Pasien Congestive Heart Failure dengan Penurunan Curah Jantung di Ruang ICCU RSUD dr. Haryoto Lumajang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
(FIXED PASCA SIDANG) LAPORAN TA NANDA OCTAVIAN Y_048 (1).Pdf
Size:
8.26 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description:

Collections