Suara Kelompok Perempuan yang Terabaikan (Studi Kasus Sekolah Eyang Desa Sumberlesung Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember)

dc.contributor.authorMutiara Cahya Nurani
dc.date.accessioned2026-01-30T08:58:12Z
dc.date.issued2025-06-25
dc.descriptionReupload file repository 30 Januari 2026_Ratna
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana suara kelompok perempuan lansia yang selama ini sering terabaikan dapat muncul dan diakomodasi dalam konteks pendidikan alternatif bernama Sekolah Eyang Sehat Bugar (SEGAR) di Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi perempuan lanjut usia yang cenderung mengalami marginalisasi baik dalam kebijakan, akses pendidikan, maupun peran sosial di masyarakat. Dalam banyak kasus, mereka masuk dalam kategori neglected women, yakni kelompok perempuan yang mengalami pengabaian, baik secara emosional, sosial, maupun struktural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Peneliti memilih informan yang terlibat aktif dalam Sekolah Eyang SEGAR, yaitu kepala sekolah dan beberapa anggota lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan. Penentuan informan dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan keterlibatan mereka secara langsung dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Eyang SEGAR merupakan ruang pembelajaran yang memungkinkan para perempuan lansia menyuarakan kebutuhan, pengalaman, dan harapan mereka. Lansia tidak hanya menjadi peserta didik pasif, tetapi juga menjadi subjek aktif yang terlibat dalam penyusunan kurikulum, evaluasi kegiatan, serta berbagi pengalaman hidup mereka sebagai materi pembelajaran. Sekolah Eyang memberikan ruang partisipatif melalui diskusi kelompok, musyawarah kurikulum, dan pembelajaran berbasis pengalaman hidup sehari hari. Dalam menganalisis dinamika tersebut, penelitian ini menggunakan teori Pendidikan yang Membebaskan dari Paulo Freire. Dalam teori ini, pendidikan harus menjadi alat pembebasan yang memampukan peserta didik untuk membangun kesadaran kritis (conscientization), melakukan dialog sejajar, dan mendorong transformasi sosial. Sekolah Eyang SEGAR menerapkan prinsip prinsip ini melalui pendekatan dialogis, partisipatif, dan kontekstual. Hal ini terlihat dari bagaimana kurikulum disusun bersama oleh lansia dan pengelola, serta bagaimana kegiatan belajar diarahkan untuk menjawab kebutuhan aktual lansia, seperti pengetahuan kesehatan, teknologi, perlindungan anak dan cucu, serta refleksi peran sosial mereka di tengah masyarakat. Selain itu, proses belajar di Sekolah Eyang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memberikan rasa keberdayaan, kebersamaan, dan pengakuan sosial terhadap peran lansia, terutama perempuan. Mereka merasa dihargai, tidak terisolasi, dan memiliki kontribusi yang nyata dalam komunitas. Dalam hal ini, pendidikan menjadi alat untuk meneguhkan eksistensi mereka, membangun harga diri, dan mengurangi ketimpangan sosial berbasis usia dan gender. Penelitian ini menunjukkan bahwa suara lansia, khususnya perempuan, sangat penting untuk diangkat dalam setiap proses pembangunan masyarakat. Selama ini mereka sering tidak diajak berbicara dalam proses pengambilan keputusan, baik di tingkat keluarga maupun komunitas. Sekolah Eyang SEGAR membuktikan bahwa ketika lansia dilibatkan secara aktif, maka pendidikan menjadi lebih relevan, inklusif, dan bermakna. Keterlibatan ini tidak hanya berdampak pada lansia secara individu, tetapi juga menciptakan ekosistem sosial yang lebih adil dan ramah usia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Sekolah Eyang SEGAR merupakan contoh nyata dari pendidikan pembebasan yang berhasil memberi ruang bagi kelompok perempuan lansia untuk menyuarakan peran dan aspirasinya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program pendidikan lansia di daerah lain, serta memberikan masukan kepada para pembuat kebijakan agar lebih r
dc.description.sponsorshipDPU : Dr. Dodik Harnadi, S.Ag., M.Sosio
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/869
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectPerempuan yang Terabaikan
dc.titleSuara Kelompok Perempuan yang Terabaikan (Studi Kasus Sekolah Eyang Desa Sumberlesung Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
MUTIARA CAHYA NURANI - 200910302083.pdf
Size:
5.21 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: