Implementasi Pembelajaran Montessori dalam Menstimulasi Kreativitas Anak K1 Planet di Pelita Hati Kindergarten

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Kreativitas anak usia dini adalah kemampuan berpikir fleksibel, menghasilkan ide baru, dan mengekspresikan diri. Kreativitas anak dapat dikembangkan melalui berbagai stimulasi. Dalam pendidikan anak usia dini stimulasi yang dilakukan dapat melalui pembelajaran yang inovatif, seperti pembelajaran Montessori. Pembelajaran Montessori merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang dikembangkan oleh dokter Maria Montessori pada awal abad ke-20 yang sedang banyak diadopsi oleh berbagai lembaga pendidikan di Indonesia baik lembaga negeri maupun swasta. Pelita Hati Kindergarten merupakan salah satu sekolah yang menggunakan pembelajaran Montessori untuk menstimulasi kreativitas anak dan anak K1 Planet memiliki kreativitas yang berkembang dengan baik melalui Montessori. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah Implementasi pembelajaran Montessori dalam menstimulasi kreativitas pada anak K1 Planet di Pelita Hati Kindergarten?. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk menganalisis Implementasi pembelajaran Montessori dalam menstimulasi krativitas anak K1 Planet di Pelita Hati Kindergarten. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, koordinator kurikulum, guru kelas Montessori dan anak-anak K1 Planet. Waktu penelitian dilakukan selama 5 minggu. Menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran Montessori yang dilakukan di Pelita Hati Kindergarten dalam menstimulasi kreativitas anak K1 planet dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup penyusunan silabus, lesson plan, pemilihan bahan ajar, dan penataan kelas berdasarkan lima area Montessori, serta rapat koordinasi antar guru untuk memahami alat Montessori baru. Pelaksanaan pembelajaran terdiri dari pembukaan, kegiatan inti (terstruktur dan tidak terstruktur), dan penutup, di mana anak diberi kebebasan bereksplorasi serta diajarkan tanggung jawab dengan membereskan alat Montessori yang mereka gunakan. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan penilaian hasil belajar, terutama saat kegiatan terstruktur. Namun, kreativitas anak justru lebih sering muncul dalam kegiatan tidak terstruktur yang tidak memiliki sistem penilaian khusus. Beberapa indikator kreativitas yang tampak selama pembelajaran meliputi kelancaran berpikir, keluwesan dalam memecahkan masalah, orisinalitas ide, kemampuan mengenal fungsi benda, menunjukkan kemandirian, serta mengombinasikan warna dalam kegiatan seni. Meskipun laporan hasil belajar anak sudah mencakup catatan perkembangan dan portofolio, masih ditemukan penggunaan penilaian berbasis skor yang kurang sesuai dengan pendekatan Montessori.

Description

Entry oleh Arif 2026 Februari 25

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By