Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model PBL Berbantuan Mind Mapping Dengan Model PBL Berbantuan PPT

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran abad 21. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran abad 21, khususnya dengan penerapan Kurikulum Merdeka, merupakan masalah yang kompleks dan beragam. Permasalahan tersebut terjadi karena berbagai hal diantaranya model pembelajaran yang digunakan masih konvensional, minimnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang dilakukan kurang bervariasi, dan rendahnya motivasi belajar siswa. Oleh karena itu diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif untuk membekali siswa dengan keterampilan berpikir kritis yang diperlukan di era modern ini. Guru harus lebih inovatif dalam menentukan metode, model dan media pembelajaran yang tepat agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Seperti yang terjadi pada siswa kelas X SMA Jenggawah yang memiliki permasalahan pada kemampuan berpikir kritis siswa, hal ini dapat dilihat dari indikator kemampuan berpikir kritis interpretasi, analisis, evaluasi, komunikasi dan inferensi. Melalui model pembelajaran yang dilakukan yaitu model Think Pair Share belum dapat mencapai indikator dari kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model PBL berbantuan Mind Mapping untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan model PBL berbantuan PPT. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Lokasi yang ditentukan oleh peneliti yaitu SMAN Jenggawah. Subjek penelitian ini yaitu kelas X6 dan X7 sebagai sampel penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dari model yang sama dengan media berbeda yang diterapkan pada kedua kelas yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen menggunakan model PBL berbantuan Mind Mapping mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil post-test kelas eksperimen sebesar 80,14 yang berarti diatas KKTP sedangkan pada kelas kontrol memiliki nilai rata-rata sebesar 74,29 yang masih dibawah KKTP. Hal ini terjadi karena pada kelas eksperimen antusias siswa meningkat ketika menerapkan model PBL berbantuan Mind Mapping dari pada model PBL berbantuan PPT. Hal tersebut dikarenakan pembelajaran menggunakan media mind mapping dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam mengorganisir dan menghubungkan informasi/materi secara visual, sehingga siswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan kreativitas dalam berpikir, sementara powerpoint cenderung bersifat linier dan pasif. Pada kelas kontrol antusias siswa juga meningkat saat diterapkan model PBL berbantuan PPT dibanding dengan model sebelumnya, akan tetapi tingkat antusias siswa dalam belajar lebih tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbantuan Mind Mapping dengan model PBL Berbantuan PPT terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dilihat dari rata-rata nilai post-test siswa dan nilai signifikansi uji T Test dengan (sig 2-tailed) 0,007 < 0,05.

Description

Reupload file Repository 7 April 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By