Optimalisasi Proyek Pembangunan Kapal Baru Luxury Yahct Boat dengan Precedence Diagram Method (PDM), (Studi kasus di PT. Blambangan Bahari Shipyard)
| dc.contributor.author | Hafiz Rafi Altair | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-23T01:25:58Z | |
| dc.date.issued | 2024-05-27 | |
| dc.description | Reupload File Repository 23 Februari 2026_Yudi/Rega | |
| dc.description.abstract | Manajemen konstruksi adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya manusia, materi, dan keuangan untuk menyelesaikan proyek konstruksi dengan efisien dan efektif. Sebagai bagian dari manajemen konstruksi, industri perkapalan memiliki pemahaman yang kuat tentang manajemen proyek menjadi kunci. Ini melibatkan perencanaan proyek, penjadwalan, alokasi sumber daya, pengawasan, dan pengendalian biaya. Kapal Luxury Yahct Boat yang dibangun oleh PT. Blambangan Bahari Shipyard adalah salah satu kapal mini yahct yang memiliki ciri khas tersendiri dalam dunia pariwisata. Dalam proses perencanaan pembangunannya kapal ini sedikit memliki kendala dalam pembangunannya, yakni terlalu lamanya suatu pembangunan di setiap bagian pekerjaan. Metode PDM (Precedence Diagram Method) adalah salah satu teknik yang digunakan dalam manajemen proyek untuk merencanakan, mengatur, dan mengendalikan aliran kerja proyek. Dalam memaksimalkan menggunaan metode PDM, Microsoft Project menjadi pilihan, hal ini dikarenakan salah satu alat perencanaan proyek paling populer yang digunakan di berbagai industri untuk merencanakan, mengelola, dan melacak proyek dengan efisien. Dalam perencanaan awal pembangunan proyek memiliki durasi selama 147 hari dengan akumulasi keuangan material dan tenaga kerja sebesar Rp2.500.176.769. Setelah dilakukan perencanaan ulang dengan metode PDM, perencanaan kerja dapat diselesaikan 130 hari kerja dengan total 17 pekerja dan total akumulasi keuangan material dan upah tenaga kerja sebesar Rp2.489.281.769. Artinya ada selisih keuangan sebesar Rp10.895.000,00. Dengan penambahan metode crash cost yang diimplementasikan dengan aturan kementerian tenaga kerja maka pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 125 hari dalam artian ada penambahan jam kerja dan upah pada tenaga kerja maka, total akumulasi keuangan material dan upah tenaga kerja secara crash cost sebesar Rp2.535.201.769,00 dengan selisih keuangan sebesar Rp35.025.000,00 dengan perencanaan aktual.d | |
| dc.description.sponsorship | DPU: R. Puranggo Ganjar Widityo, S.T., M.T. DPA: Wazirotus Sakinah, S.Pd., M.T. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3971 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Teknik | |
| dc.subject | Project Scheduling | |
| dc.subject | Precedence Diagram Method | |
| dc.subject | Microsoft Project Profesional 2019 | |
| dc.subject | Crash Project | |
| dc.title | Optimalisasi Proyek Pembangunan Kapal Baru Luxury Yahct Boat dengan Precedence Diagram Method (PDM), (Studi kasus di PT. Blambangan Bahari Shipyard) | |
| dc.type | Other |
