Hubungan Pengalaman Body Shaming dengan Perilaku Self-Harm pada Remaja Awal di Wilayah Pertanian Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
fakultas keperawatan
Abstract
Remaja awal diusia 12 – 15 tahun mengalami perubahan fisik yang pesat dan
perkembangan intelektual yang intensif. Namun, pada masa ini remaja sering
mengalami kebingungan, emosi yang kurang terkontrol, merasa tidak puas, mudah
kecewa dan tidak memiliki kepercayaan diri. Sehingga mereka rentan melakukan
kenakalan ataupun kekerasan yang menyebabkan remaja rentan dengan bullying
(Imani et al., 2021). Bentuk bullying paling umum pada remaja yakni perundungan
mengenai bentuk tubuh atau body shaming. Body shaming pada remaja
menyebabkan kecemasan atau ketegangan. Kecemasan yang tidak dapat diatasi
dapat berisiko mengalami koping yang maladaptif salah satunya yakni perilaku
menyakiti diri sendiri atau self-harm.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengalaman body
shaming dengan perilaku self-harm pada remaja awal di wilayah pertanian
kabupaten jember. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik
dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini
menggunakan metode proportionate stratified random sampling dengan jumlah
sampel sebanyak 376 remaja awal dari sekolah menengah pertama yang terletak di
Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan kuesioner pengalaman body shaming yang disusun oleh Sari (2020)
untuk mengukur pengalaman body shaming remaja dan kuesioner deliberate self
harm behavior yang disusun oleh Gratz (2001) yang telah dimodifikasi oleh
Purwati, (2023) untuk mengukur perilaku self-harm pada remaja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 376 responden remaja awal memiliki
nilai Tengah usia 14 tahun. Mayoritas responden Perempuan lebih banyak
dibandingkan laki-laki yaitu sejumlah 239 responden (63,6%). Lebih dari setengahresponden memiliki indeks massa tubuh yang kurang (underweight) sebanyak 195
responden (51,9%). Mayoritas pekerjaan paling banyak di sektor pertanian
sebanyak 163 responden (43,4%) dan hampir seluruh responden tinggal Bersama
kedua orang tua sebanyak 260 responden (69,1%). Pada pengalaman body shaming
yang dialami remaja awal paling banyak body shaming dengan kategori sedang
yakni sebanyak 225 responden (59,8%). Perilaku self-harm pada remaja awal yaitu
hampir seluruh responden mengalami self-harm rendah yaitu sebanyak 319
responden (84,8%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji korelasi kendall tau-c
didapatkan nilai p value = 0,000 dengan taraf signifikansi 0,05, maka p < α. Nilai
tersebut menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima yaitu terdapat
hubungan antara pengalaman body shaming dengan perilaku self-harm pada remaja
awal di wilayah pertanian Kabupaten Jember.
Pengalaman body shaming remaja diakibatkan karena remaja tidak percaya diri
dengan dirinya sendiri sehingga mereka mudah untuk membandingkan dirinya
dengan orang lain. Perilaku self-harm yang rendah pada remaja mencerminkan
bahwa mereka mengalami emosi tinggi yang ingin diluapkan namun mereka tidak
ingin meninggalkan bekas luka yang mencolok. Hubungan yang signifikan antara
pengalaman body shaming dan perilaku self-harm menandakan bahwa remaja tidak
mampu mengatasi stress secara adaptif hingga memicu respon yang maladaptif
yakni dengan perilaku merugikan seperti self-harm. Hubungan yang lemah antara
pengalaman body shaming dengan perilaku self-harm kemungkinan diakibatkan
karena remaja dengan pengalaman body shaming kemungkinan cenderung
melakukan mekanisme koping yang lain selain self-harm, sehingga harus dilakukan
penelitian lebih lanjut untuk menemukan faktor yang berdampak lebih besar untuk
perilaku self-harm. Remaja memerlukan pendidikan mengenai body shaming,
bahwa perilaku tersebut merupakan perilaku buruk dan dapat menyakiti orang lain
sehingga dapat menghindari perilaku tersebut. Untuk mencegah perilaku self-harm
bagi remaja korban body shaming, remaja dapat lebih bisa menerima dan
menghargai kekurangan dan kelebihan yang dimiliki serta berani menegur pelaku
untuk mengatakan bahwa perlakuan tersebut menyakiti dirinya
Description
Reupload file repository 11 februari 2026_agus/feren
