Tuturan Emotif Pekerja Food and Beverage Kafe

Abstract

Penelitian ini mengkaji tuturan emotif yang diproduksi secara spontan oleh pekerja Food and Beverage (F&B) di Kafe K Jember, yang dilatarbelakangi oleh tingginya tekanan kerja operasional dan intensitas interaksi interpersonal karyawan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengklasifikasikan karakteristik kebahasaan tuturan emotif berdasarkan jenis emosi, (2) mengidentifikasi faktor kognitif-situasional penyebab timbulnya tuturan emotif, dan (3) menganalisis dampaknya terhadap kelangsungan kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berpayung bidang psikolinguistik. Data berupa tuturan lisan spontan bermuatan emosi yang diperoleh melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat selama operasional kafe berlangsung, kemudian dianalisis dengan metode padan referensial-pragmatis dan metode interpretasi. Klasifikasi emosi mengacu pada teori Goleman, dilengkapi teori emosi dasar Ekman dan Lewis serta konsep fungsi emotif bahasa dari Jakobson. Hasil penelitian menunjukkan 15 korpus data yang terdistribusi ke dalam tujuh jenis emosi, yakni marah, sedih, takut, bahagia, cinta, terkejut, dan malu, sementara emosi jijik tidak ditemukan. Timbulnya tuturan emotif dipicu oleh persepsi ketidakadilan, kekhawatiran terhadap evaluasi negatif, pengalaman penolakan sosial, dukungan sosial yang diterima, serta ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realita. Tuturan emotif tersebut berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi, kepercayaan diri karyawan, hubungan interpersonal, kualitas pelayanan, dan dukungan sosial di lingkungan kerja.

Description

Finalisasi Maya_06 Oktober 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By